Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Rusia hancurkan senjata kimia terakhir, kritik AS tidak lakukan hal sama

Rusia hancurkan senjata kimia terakhir, kritik AS tidak lakukan hal sama Presiden Rusia Vladimir Putin. ©Reuters

Merdeka.com - Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan negaranya menghancurkan senjata kimia terakhir yang mereka miliki kemarin.

"Hari ini amunisi terakhir dari senjata kimia Rusia akan dihancurkan," ujar Putin dalam sebuah tayangan video memperlihatkan fasilitas gudang senjata kimia di kawasan Udmurtia, seperti dilansir laman Russia Today, Rabu (27/9). Penghancuran ini lebih cepat dari jadwal yang seharusnya.

"Rusia telah memenuhi kewajiban internasional, termasuk hal yang berkaitan dengan pengurangan senjata pemusnah massal," kata Putin.

"Kami berharap upaya Rusia ini akan menjadi contoh bagi negara lain. Amerika Serikat sayangnya tidak memenuhi kewajibannya soal jangka waktu pemusnahan senjata kimia," ujar Putin.

Rusia mulai menghancurkan senjata kimianya pada 1996, tak lama setelah meratifikasi perjanjian internasional Organisasi Pelarangan Senjata Kimia. Pada saat itu dikatakan cadangan senjata kimia Rusia mencapai 40 ribu ton dan AS juga kira-kira sama jumlahnya.

Ketika AS meratifikasi Kesepakatan Senjata Kimia pada 1997, disebutkan Negara Paman Sam setuju untuk menghancurkan semua senjata kimianya paling lambat pada 29 April 2012.

Menurut NTI, organisasi penentang senjata kimia yang bermarkas di Washington, AS sudah menghancurkan 90 persen senjata kimianya pada 2013. (mdk/pan)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP