Ribuan warga Korea Selatan demo tuntut Presiden Park mundur
Merdeka.com - Ribuan warga Korea Selatan berunjuk rasa meminta Presiden Park Geun-hye mundur dari kursi kepemimpinan. Dia baru-baru ini dituduh memberikan dokumen resmi negara dengan temannya.
Karena perbuatannya, Selasa kemarin Park meminta maaf kepada publik, hal yang sangat jarang dilakukan kepala negara. Dalam permintaan maafnya, Park mengakui telah menunjukkan dokumen-dokumen rahasia negara, termasuk susunan pidato presiden kepada temannya, Choi Soon-sil.
Menurut Asian Correspondent, Minggu (30/10), teman Park tersebut tidak memiliki jabatan di pemerintahan.
"Saya sangat terkejut dan sangat kecewa karena telah menyebabkan keprihatinan publik. Saya sudah melakukannya (berbagi dokumen). Dan dari hati yang paling dalam, saya akan berhati-hati dalam hal ini, supaya tidak terjadi lagi," ujar Park saat meminta maaf Selasa lalu.
Namun, demo menuntut Park mundur semakin menjadi pada Sabtu kemarin. Demo bermula lantaran jaringan televisi kabel lokal, JTBC, mengungkapkan bukti keterlibatan Choi dalam mempengaruhi urusan pemerintahan.
Choi juga dituduh memiliki dokumen pemerintahan. Hal ini diduga karena dia memiliki kedekatan dengan Presiden Park dan mengeruk keuntungan pribadi dari sana.
Pada Kamis kemarin, Kantor Kejaksaan Negara Korea Selatan membentuk tim investigasi khusus untuk menyelidiki masalah ini. Tim ini juga turut menginvestigasi para pembantu presiden dan pejabat lain yang terlibat.
Kemarin, setidaknya 8.000 warga berkumpul untuk melakukan demo.
"Jelas orang-orang memilih presiden yang salah," ujar salah satu peserta demo, Jeong Hong-woo (22).
(mdk/che)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya