FOTO: Tragis! Bencana Longsor di Papua Nugini Tewaskan 670 Orang, Ribuan Penduduk Kehilangan Rumah

Longsor yang menewaskan hampir 700 orang itu juga mengakibatkan lebih dari 1.200 orang kehilangan tempat tinggal.

Debby Restu Utomo
Oleh Debby Restu Utomo - Reporter
FOTO: Tragis! Bencana Longsor di Papua Nugini Tewaskan 670 Orang, Ribuan Penduduk Kehilangan Rumah
FOTO: Tragis! Bencana Longsor di Papua Nugini Tewaskan 670 Orang, Ribuan Penduduk Kehilangan Rumah (Merdeka.com)

Lebih dari 670 orang diyakini tewas setelah bencana alam tanah longsor besar-besaran menyapu Papua Nugini, kata seorang pejabat PBB. 

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Penduduk setempat berkumpul di lokasi tanah longsor tepatnya di Desa Mulitaka di wilayah Maip Mulitaka, di Provinsi Enga, Papua Nugini pada 26 Mei 2024. Foto: AFP / STR

Seorang pejabat PBB menyebutkan bahwa, lebih dari 670 orang diyakini tewas setelah tanah longsor besar-besaran menyapu Papua Nugini. Foto: AFP / STR

Seorang pejabat PBB menyebutkan bahwa, lebih dari 670 orang diyakini tewas setelah tanah longsor besar-besaran menyapu Papua Nugini. Foto: AFP / STR
Dok. Istimewa
Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Seorang warga menunjukkan lokasi tanah longsor di Maip Mulitaka di Provinsi Enga, Papua Nugini. Foto: AFP / STR

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Seperti dilansir dari AFP pada tanggal 26 Mei 2024, tim penyelamat yang dibantu penduduk desa setempat sedang menghadapi kondisi berbahaya saat melakukan pencarian korban yang masih terkubur longsor. Foto: AFP / STR

Mereka menghadapi hambatan dalam mencari korban yang selamat karena harus melalui medan yang cukup sulit. Foto: AFP / STR

Mereka menghadapi hambatan dalam mencari korban yang selamat karena harus melalui medan yang cukup sulit. Foto: AFP / STR
Dok. Istimewa
Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

PBB juga melaporkan bahwa bantuan yang akan masuk juga mengalami hambatan.

Hal ini disebabkan karena wilayahnya yang terpencil dan medannya yang berat sehingga menyulitkan tim menyalurkan bantuan. Foto: AFP / STR

Yang menyulitkan tim bergerak untuk melakukan proses penyelamatan adalah material longsor yang terdiri dari batu-batuan berbagai ukuran yang menguburkan bengunan dan penduduk berjumlah ratusan orang. Foto: AFP / STR

Yang menyulitkan tim bergerak untuk melakukan proses penyelamatan adalah material longsor yang terdiri dari batu-batuan berbagai ukuran yang menguburkan bengunan dan penduduk berjumlah ratusan orang. Foto: AFP / STR
Dok. Istimewa
Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Pengerahan alat berat pun sudah dilakukan untuk meringankan tim penyelamat melakukan proses pencarian korban yang masih hilang terkubur. Foto: AFP / STR

Namun hal itu terkendala dengan akses yang sulit menuju lokasi bencana sehingga menyulitkan tim melakukan proses pencarian dengan cepat. Foto: AFP / STR

Namun hal itu terkendala dengan akses yang sulit menuju lokasi bencana sehingga menyulitkan tim melakukan proses pencarian dengan cepat. Foto: AFP / STR<br>
Dok. Istimewa
Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Belum lagi akses jalan utama yang terputus karena longsor.

Oleh sebab itu proses penyaluran bantuan masih terkendala sehingga harus melalui udara dengan menggunakan helikopter. Foto: AFP / STR

Perwira Angkatan Pertahanan Papua Nugini Michael Band berbicara dengan penduduk setempat di lokasi tanah longsor yang menewaskan lebih dari 670 orang di desa Mulitaka, Provinsi Enga, Papua Nugini, (26/5/2024). Foto: AFP / STR

Perwira Angkatan Pertahanan Papua Nugini Michael Band berbicara dengan penduduk setempat di lokasi tanah longsor yang menewaskan lebih dari 670 orang di desa Mulitaka, Provinsi Enga, Papua Nugini, (26/5/2024). Foto: AFP / STR
Dok. Istimewa
Rekomendasi