Reruntuhan Vila Romawi Kuno Ditemukan Dekat Saluran Pembuangan, Lantainya Dihias Mosaik Rumit

Reruntuhan vila ini ditemukan di kota tua di pulau Adriatik Hvar, Kroasia.

Hari Ariyanti
Oleh Hari Ariyanti - Reporter
Reruntuhan Vila Romawi Kuno Ditemukan Dekat Saluran Pembuangan, Lantainya Dihias Mosaik Rumit
Reruntuhan Vila Romawi Kuno Ditemukan Dekat Saluran Pembuangan, Lantainya Dihias Mosaik Rumit (Merdeka.com)

Sebuah mosaik Romawi ditemukan di jalan sempit kota tua di pulau Adriatik Hvar, Kroasia. Lantai mosaik geometris dengan desain yang rumit ini berasal dari abad ke-2 M, merupakan bagian dari vila Romawi mewah yaitu Urbana.

Sumber: Arkeonews

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Situs ini ditemukan pada tahun 1923 pada saat pembangunan kanal drainase hujan, reruntuhan vila ditemukan sekitar setengah meter di bawah permukaan jalan. Namun, temuan tersebut akhirnya ditutup dan dikubur kembali dengan lempengan untuk menjaga agar air tidak merembes ke dalam situs.

Foto: Slobadna Dalmacıja

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Setelah penggalian tahun 1923, pemasangan sistem drainase air belum selesai. Pemsasangan ini justru meningkatkan masalah penetrasi kelembaban lingkungan dan kenaikan permukaan laut yang malah mengancam kelangsungan reruntuhan Pharia Romawi di Hvar.

Foto: Slobadna Dalmacıja

Pekerjaan pembukaan mosaik dilakukan atas nama Museum Kota Tua oleh Dr. Sara Popovic dan seorang arkeolog bernama Andrea Devlahovic. Para arkeolog saat ini sedang menggali 14 situs tambahan di dekat situs mosaik untuk mencari fragmen lebih lanjut dari vila Urbana, seperti mosaik lainnya dan bukti arkeologi apapun yang memungkinkan bisa mengidentifikasi struktur tersebut. Pencarian ini terus dilakukan untuk memahami lebih jelas apa yang harus dilakukan setelah penggalian ini selesai. 

Para arkeolog Museum Kota Tua merekomendasikan untuk mengangkat mosaik tersebut dan membawanya ke museum untuk konservasi jangka panjang dan pameran di masa depan. Rencananya, mereka akan menggantinya dengan replika untuk mencegah kerusakan. Namun, solusi yang diusulkan tersebut harus disetujui oleh konservator dan pejabat warisan budaya dari Split.

Sumber: Arkeonews

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Para warga ingin melihat mosaik tersebut tetap berada pada tempatnya, dengan ditutupi kaca plexiglass sehingga dapat dilindungi sekaligus dinikmati. 

Foto: Vilma Matulić

Namun, permukaan air laut telah naik setengah meter sejak mosaik tersebut dibuat dan jalanan tidak lagi menjadi lahan kering. Pemasangan pipa air baru juga masih dilakukan, letaknya hanya beberapa inci di atas mosaik.

Sumber: Arkeonews

Pulau ini ditaklukan oleh Romawi pada abad ke-3 SM. Pharos menjadi Pharia, dataran tersebut berganti nama menjadi Ager Pharensis. Pada awal abad ke-8, pulau ini ditembus oleh bangsa Slavia yang mengambil nama kuno untuk kota dan pulau tersebut menjadi Hvar.

Sumber: Arkeonews

Nama pulau Hvar berasal dari nama kuno Stari Grad, namun pada abad pertengahan nama ini kemudian diubah lagi menjadi Huarra. Dengan relokasi keuskupan, nama kota ini ubah menjadi Stari Gard.

Pusat kota bersejarah Stari Gard dan lanskap budaya Dataran Stari Gard dimasukan sebagai Daftar Warisan Dunia UNESCO pada tahun 2008.           

Rekomendasi