Sebuah lempengan dari batu berusia 3.200 tahun dari Mesir Kuno mengungkapkan praktik unik terkait kehadiran di tempat kerja pada masa lampau.
Lempengan ini dikenal sebagai ostracon, terbuat dari batu kapur dan dihiasi dengan tulisan hieratik Mesir Baru menggunakan tinta merah dan hitam.
Saat ini, benda ini menjadi koleksi The British Museum, Inggris.
Advertisement
Lempengan ini berisi catatan ketidakhadiran 40 karyawan, masing-masing dengan alasan yang beragam. Dari mulai masalah kesehatan hingga urusan keluarga.
Advertisement
Alasan Bolos Kerja
Dalam lempengan itu tercatat, pada tanggal tertentu seperti "bulan ke-4 Musim Dingin, hari ke-24", seorang pekerja bernama Pennub tidak bisa bekerja karena ibunya sakit.
Advertisement
Meracik Bir
Beberapa alasan ketidakhadiran tersebut mungkin terdengar aneh di telinga kita saat ini. Misalnya, "meracik bir" tercatat sebagai alasan umum.
Minuman bir memiliki peran penting dalam budaya Mesir kuno dan dihubungkan dengan dewa Hathor, sehingga aktivitas meracik bir dianggap penting.
Advertisement
Istri atau Anak Menstruasi
Ada juga alasan seperti "istri atau anak perempuannya berdarah", yang merujuk pada menstruasi. Pada waktu itu, laki-laki diperlukan di rumah untuk mengisi peran tertentu selama periode tersebut.
Advertisement
Lempengan kuno ini memberikan gambaran menarik tentang cara orang Mesir Kuno mengelola kehadiran di tempat kerja dan aspek-aspek kehidupan pribadi lainnya.
Meskipun konteks dan alasan ketidakhadiran mungkin berbeda dengan zaman kita, prinsip mengenai pentingnya keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi tetap relevan.