Bumerang sudah digunakan manusia di Zaman Batu sekitar 20.000 tahun silam. Bangsa Mesir kuno juga menggunakan bumerang sekitar 4.000 tahun lalu dan Firaun Tutankhamun memiliki koleksi bumerang yang mencengangkan. Pengetahuan mengenai bumerang juga menyebar ke sejumlah suku Indian di Amerika Utara, terutama Navajo dan suku aborigin di Australia.
Advertisement
Bumerang adalah benda buatan manusia pertama yang bisa terbang meski lebih berat dari udara.
Sejumlah bumerang juga ditemukan di gua di pemukiman Zaman Batu, terutama di daerah yang sekarang adalah Polandia. Bumerang tertua diyakini berusia 20.000 tahun ditemukan di sebuah gua di Polandia. Bumerang itu terbuat dari gading mammoth.
Advertisement
Sementara bumerang terbuat dari kayu yang tertua berasal dari Australia, usianya sekitar 10.000 tahun.
Advertisement
Bumerang ukurannya bisa mencapai panjang satu meter dan berat 2-4 kilogram.
Bumerang awalnya tidak dibuat untuk bisa kembali ke pelemparnya. Benda itu awalnya adalah senjata berburu untuk dilempar dan bisa melayang lebih jauh dibanding kayu biasa. Bumerang bisa dilempar hingga sejauh 137-182 meter dan membunuh hewan yang sedang bergerak cepat atau hewan lebih besar seperti kanguru.
Advertisement
Aborigin
Suku aborigin selama ini dianggap yang menciptakan bumerang yang bisa kembali ke pelemparnya. Mereka menciptakan alat itu dengan coba-coba.
Manusia prasejarah awalnya melempar batu atau kayu saat berburu. Pada suatu waktu mereka menyadari kayu yang melengkung bisa dilempar dengan lebih akurat dan lebih cepat mengenai sasaran. Dia kemudian memperbaiki bentuk kayu itu sampai bisa dipakai untuk berburu atau dijadikan senjata.
Advertisement
Bumerang yang bisa balik lagi diyakini digunakan oleh manusia pada zaman peradaban kuno untuk alasan yang sama seperti kita lakukan sekarang: untuk bermain dan olahraga.