FOTO Situasi Mencekam di Penjara Guatemala yang Dikuasai Narapidana

Penjara Guatemala Dikuasai Narapidana dalam Aksi Penyanderaan Massal

Arie Basuki
Oleh Arie Basuki - Reporter
FOTO Situasi Mencekam di Penjara Guatemala yang Dikuasai Narapidana
Petugas polisi anti huru hara Guatemala menjaga pintu masuk Pusat Penahanan Preventif pria di Kota Guatemala, Minggu, (18/01/2026). (AFP/ Edwin Berscian)

Tujuh petugas kepolisian Guatemala tewas dalam serangkaian serangan yang dikaitkan dengan kelompok geng, hanya beberapa jam setelah aparat merebut kembali kendali atas sebuah penjara keamanan maksimum yang sebelumnya dikuasai narapidana saat kerusuhan. Menteri Dalam Negeri Marco Antonio Villeda menyatakan pada Minggu bahwa serangan terjadi di dalam dan sekitar ibu kota Guatemala City.

Selain menewaskan tujuh polisi dan satu anggota geng, insiden tersebut juga menyebabkan sepuluh petugas lainnya mengalami luka-luka. Kekerasan itu berlangsung sehari setelah narapidana yang berafiliasi dengan geng menyandera total 46 orang di tiga lembaga pemasyarakatan di berbagai wilayah. Aparat berhasil mengambil alih kembali salah satu penjara pada Minggu pagi.

Operasi besar digelar sejak dini hari di Penjara Renovacion I di Escuintla, sekitar 75 kilometer selatan Guatemala City. Polisi yang didukung militer memasuki kompleks menggunakan kendaraan lapis baja dan menembakkan gas air mata untuk membubarkan perlawanan narapidana. Dalam waktu sekitar 15 menit, aparat menguasai situasi dan membebaskan para penjaga yang sebelumnya disandera.

Penyanderaan dilakukan sebagai bentuk protes atas pemindahan sejumlah pemimpin geng ke fasilitas dengan pengamanan lebih ketat. Sejak Sabtu pagi, narapidana menahan 45 penjaga serta seorang tenaga psikiater.Hingga Minggu, aksi serupa masih berlangsung di dua penjara lainnya. Sebanyak 28 orang disandera di Fraijanes II di timur ibu kota, sementara sembilan lainnya ditahan di penjara Preventivo di wilayah pinggiran.

Kelompok Barrio 18 dan Mara Salvatrucha (MS-13) disebut sebagai aktor utama di balik eskalasi kekerasan dan perdagangan narkoba di Guatemala. Kedua geng tersebut telah lama menjadi sumber instabilitas keamanan di negara itu.Sejak pertengahan 2025, anggota geng berulang kali memicu kerusuhan di dalam penjara untuk menuntut perlakuan yang lebih longgar bagi para pemimpin mereka.

Situasi ini memperlihatkan kuatnya pengaruh geng bahkan dari balik jeruji.Guatemala sendiri masih bergulat dengan tingkat kriminalitas tinggi. Negara itu mencatat angka pembunuhan 16,1 per 100.000 penduduk pada tahun lalu, lebih dari dua kali lipat rata-rata global.

FOTO Situasi Mencekam di Penjara Guatemala yang Dikuasai Narapidana
Para narapidana berdiri di atas menara pengawas di penjara keamanan maksimum Renovation sebelum pasukan keamanan memasuki fasilitas tersebut untuk membebaskan para penjaga yang disandera di Escuintla, Guatemala, Minggu, (18/01/2026). AP Photo/Moises Castillo
FOTO Situasi Mencekam di Penjara Guatemala yang Dikuasai Narapidana
Petugas polisi anti huru hara Guatemala menjaga pintu masuk Pusat Penahanan Preventif pria di Kota Guatemala, Minggu, (18/01/2026). AFP/ Edwin Berscian
FOTO Situasi Mencekam di Penjara Guatemala yang Dikuasai Narapidana
Tentara mengambil posisi selama kerusuhan di penjara keamanan maksimum Renovacion I di Escuintla, Guatemala, Minggu, (18/01/2026). AFP/ Johan Ordonez
FOTO Situasi Mencekam di Penjara Guatemala yang Dikuasai Narapidana
Para petugas sistem penjara berjalan setelah diselamatkan menyusul kerusuhan di luar penjara keamanan maksimum Renovacion I di Escuintla, Guatemala, Minggu, (18/01/2026). AFP/ Johan Ordonez
FOTO Situasi Mencekam di Penjara Guatemala yang Dikuasai Narapidana
Seorang narapidana dilumpuhkan oleh polisi anti huru hara setelah pihak berwenang merebut kembali kendali penjara keamanan maksimum Renovacion I di Escuintla, Guatemala, Minggu, (18/01/2026). AFP/ Johan Ordonez
FOTO Situasi Mencekam di Penjara Guatemala yang Dikuasai Narapidana
Seorang jaksa Kementerian Publik mengumpulkan barang bukti di dekat jenazah seorang polisi yang dibunuh oleh anggota geng di lingkungan Castanas, Villa Nueva, Guatemala, Minggu, (18/01/2026). AFP/ Johan Ordonez
FOTO Situasi Mencekam di Penjara Guatemala yang Dikuasai Narapidana
Petugas polisi anti huru hara Guatemala menjaga pintu masuk Pusat Penahanan Preventif pria di Kota Guatemala, Minggu, (18/01/2026). AFP/ Edwin Berscian
Rekomendasi