Presiden Argentina Tuai Kritikan karena Bernyanyi di Konser Saat Negara Alami Krisis

Dengan penampilan rambut yang berantakan, presiden Argentina menyajikan sembilan lagu rock dari dekade 1980-an.

Teddy Tri Setio Berty
Oleh Teddy Tri Setio Berty - Reporter
Presiden Argentina Tuai Kritikan karena Bernyanyi di Konser Saat Negara Alami Krisis
Presiden Javier Milei bernyanyi pada Senin (6/10/2025) tampil di Buenos Aires, Argentina (Dok. AP/Natacha Pisarenko). (© 2025 Liputan6.com)

Presiden Argentina, Javier Milei, yang dikenal sebagai "bintang rock", kini tengah menghadapi tantangan besar. Janji-janji yang disampaikannya untuk membawa negara menuju kemakmuran baru terhalang oleh krisis ekonomi, skandal politik, serta meningkatnya ketidakpuasan masyarakat.

Pada malam Senin (6/10/2024), Milei, yang juga merupakan mantan vokalis band tribute Rolling Stones, berusaha bangkit dengan cara yang berbeda, yaitu melalui penampilan musik. Ia tampil di Movistar Arena, Buenos Aires, dan disambut oleh ribuan pendukung yang meneriakkan namanya. "Ol, ol, ol, ol! Milei! Milei!" seru para penggemar yang memenuhi arena berkapasitas 15 ribu orang, biasanya menjadi tempat pertunjukan musisi terkenal seperti Liam Gallagher, Judas Priest, dan Megadeth, sebagaimana dilaporkan oleh laman Guardian.

Dengan penampilan khasnya yang mencolok—rambut acak-acakan dan jaket kulit—Milei membawakan sembilan lagu rock dari era 1980-an. Di tengah penampilannya, ia berkata, "Saya manusia. Mungkin tidak terlihat seperti itu, tapi memang begitu." Sejak hampir dua tahun lalu ia menjabat, Milei bertekad untuk menyelamatkan ekonomi Argentina yang sedang dalam keadaan buruk.

Ia berusaha menekan inflasi yang tinggi dan memangkas anggaran negara secara drastis. Pada awal masa jabatannya, strategi "terapi kejut" yang diterapkannya sempat mendapatkan pujian dari berbagai pihak internasional. Donald Trump bahkan menyatakan bahwa Milei berhasil "Membuat Argentina Hebat Kembali". Politisi Inggris, Kemi Badenoch, juga mengaku terinspirasi oleh kebijakannya. Sejarawan konservatif, Niall Ferguson, bahkan menyebut kebijakan Milei sebagai "keajaiban buatan manusia" yang memberikan semangat baru bagi kaum libertarian.

Namun, kejayaan itu tidak bertahan lama. Dalam beberapa minggu terakhir, stabilitas ekonomi Argentina mulai goyah. Ketidakpastian politik menyebabkan nilai peso anjlok, dan pemerintah terpaksa menguras cadangan devisa untuk menghadapi krisis yang semakin mendalam.

Skandal, kekalahan, dan kemarahan masyarakat

Tuai Kritik, Presiden Argentina Sibuk Nyanyi saat Negaranya Krisis
Presiden Javier Milei bernyanyi pada Senin (6/10/2025) tampil di Buenos Aires, Argentina (Dok. AP/Natacha Pisarenko). © 2025 Liputan6.com

Pada bulan Agustus yang lalu, Milei mengalami insiden ketika dilempari batu oleh demonstran yang menolak pemerintahannya. Aksi protes tersebut dipicu oleh skandal korupsi yang melibatkan saudara perempuannya, Karina Milei, yang juga menjabat sebagai Kepala Staf.

Sebulan setelah kejadian itu, partai yang dipimpin oleh Milei, La Libertad Avanza, mengalami kekalahan signifikan dalam pemilihan provinsi Buenos Aires, daerah yang mencakup hampir 40 persen dari total populasi Argentina. Kini, terdapat kekhawatiran bahwa partai tersebut akan kembali mengalami kekalahan dalam pemilihan sela nasional yang akan datang.

Keadaan semakin rumit ketika sekutu Milei, Jos Luis Espert, memutuskan untuk mundur dari pencalonan setelah terungkap bahwa ia menerima uang sejumlah USD 200.000 dari seorang tersangka pengedar narkoba.

Jurnalis investigasi, Sebastin Lacunza, menyatakan bahwa "[Milei] tengah menghadapi krisis multidimensi---krisis kepemimpinan, krisis kepercayaan publik, hingga krisis kemampuan untuk berkomunikasi dengan kaum muda."

Menurut Lacunza, dukungan publik terhadap Milei semakin menurun akibat munculnya pertanyaan mengenai etika serta dampak sosial dari kebijakan pemangkasan anggaran yang ekstrem.

Ia menambahkan bahwa "kebijakan 'gergaji mesin'-nya telah memukul sektor-sektor vital seperti pensiunan, rumah sakit anak, universitas, dan keluarga miskin yang kini kesulitan membayar tagihan listrik serta bahan pangan."

Dukungan yang diberikan oleh Trump dan harapan para pendukungnya

Tuai Kritik, Presiden Argentina Sibuk Nyanyi saat Negaranya Krisis
Presiden Javier Milei bernyanyi pada Senin (6/10/2025) tampil di Buenos Aires, Argentina (Dok. AP/Natacha Pisarenko). © 2025 Liputan6.com

Krisis yang semakin mendalam mendorong Donald Trump untuk campur tangan dengan menawarkan bantuan dana talangan sebesar USD 20 miliar.

"Kami mendukungnya 100 persen. Dia melakukan pekerjaan fantastis," ungkap Trump. Meskipun demikian, para pendukung yang hadir di konser Milei mengakui bahwa kondisi negara mereka memang tidak baik.

"Negara ini kacau. Tapi kita harus sabar menunggu, ia baru menjalani separuh masa jabatannya," ujar Oscar Luis Osorio, pemilik toko berusia 54 tahun yang datang mengenakan kostum singa—simbol kampanye Milei.

Di sisi lain, Emanuel Lacuadra, seorang mahasiswa berusia 27 tahun, menunjukkan sikap optimis. "Saya mendukung pemerintah hampir tanpa syarat. Ini adalah momen bersejarah, tidak hanya untuk Argentina, tetapi juga bagi dunia," katanya.

Namun, banyak analis berpendapat bahwa masa depan Milei tidak secerah yang terlihat di atas panggung. "Dia adalah presiden yang gagal dalam aspek ekonomi, politik, dan sosial," tegas Paola Zuban, seorang ilmuwan politik.

Rekomendasi