Pasukan penjajah Israel menembak mati seorang pemuda Palestina, Jassem al-Sadda (20) saat sedang tidur di rumahnya di desa Jit, timur Qalqilya, Tepi Barat yang diduduki, pada Rabu (28/5) dini hari.
Kematian pemuda ini dikonfirmasi petugas medis, seperti dikutip dari Middle East Eye, Jumat (30/5).
Menurut keterangan keluarga, tentara menembak Jassem tanpa peringatan dan bahkan mencegah ambulans datang untuk menolongnya. Darah berceceran di lantai kamar setelah penembakan tersebut.
Ibu Jassem, Haifa al-Sadd mengungkapkan kepada Middle East Eye, puluhan tentara menyerbu rumah mereka pada pukul 01.00 dini hari tanpa mengetuk pintu. Pasukan penjajah langsung mendobrak pintu dan masuk ke dalam rumah keluarga al-Sadda.
"Mereka langsung bergegas ke kamar Hassem, di mana dia tidur, dan menembaknya empat kali tanpa peringatan apa pun," jelas Haifa.
"Dia dibiarkan berdarah, dan tidak ada satu pun orang yang diizinkan menolongnya."
"(Para tentara) melompati tembok yang mengelilingi rumah, menyerbu masuk, dan membunuh Jassem. Mereka kemudian melarang kami melihat atau mendekatinya sebelum merusak kamar di sebelahnya."
Setelah mengonfirmasi kematian Jassem, para tentara Israel membawa jasad pemuda itu dan menyerahkannya ke kru ambulans Palestina.
"Jassem ulet dalam bekerja, dan setiap orang menyayanginya. Dia penolong dan penurut pada kami dan siapapun kenal siapa dia," kata Haifa sembari berurai air mata.
Menurut sumber keluarga, tentara Israel menahan jasad Jassem berjam-jam sebelym akhirnya diserahkan ke tim Bulan Sabit Merah Palestina di gerbang desa. Jasadnya kemudian dibawah ke Rumah Sakit Pemerintah Darwish Nazzal di Qalqilya.
Jassem adalah anak bungsu di keluarganya dan bekerja sebagai penjual di sebuah kios kecil di desanya.
Pada Rabu sore, ratusan warga Palestina berkumpul di Jit untuk mengenang Jassem, menyerukan slogan menuntut keadilan atau apa yang mereka sebut "kejahatan keji".