Laporan dari berbagai organisasi HAM internasional mengungkap praktik kelalaian medis yang sistematis terhadap tahanan Palestina di penjara-penjara Israel. Kelalaian ini telah mengakibatkan penyebaran penyakit menular dan sejumlah kematian, terutama di penjara Megiddo dan Negev. Kondisi ini merupakan pelanggaran serius terhadap hak asasi manusia dan hukum internasional, yang membutuhkan perhatian mendesak dari komunitas internasional.
Klub Tahanan Palestina (PPC) melaporkan, penyakit kudis dan penyakit sangat menular lainnya menyebar di antara para tahanan, khususnya di Penjara Megiddo, seperti dikutip dari Middle East Monitor, Senin (31/3).
PPC menyampaikan dalam rilisnya pada Rabu, salah satu tahanan Palestina, Walid Ahmed meninggal di dalam Penjara Megiddo setelah Israel tak mengizinkan Ahmed menjalani pengobatan. Ahmed adalah salah satu dari ratusan anak-anak yang ditahan oleh Israel di tiga penjara yaitu Megiddo, Ofer, dan Damon.
Kesaksian dari tahanan anak yang baru-baru ini dibebaskan dari Penjara Megiddo menyatakan mayoritas tahanan anak menderita masalah kesehatan dan menghadapi kondisi penahanan yang sulit.
Advertisement
Penyakit Menular dan Kondisi Penjara yang Buruk
Sementara itu seorang tahanan Palestina lainnya, Moataz Mahmoud Abu Zneid meninggal di penjara Ramon dan Ismail Taqatqa yang meninggal karena leukemia setelah dibebaskan akibat kelalaian medis selama ditahan. Kondisi penjara yang buruk, termasuk kurangnya ventilasi, pencahayaan yang minim, dan kepadatan penghuni, memperburuk penyebaran penyakit. Kurangnya akses terhadap makanan bergizi dan perlengkapan kebersihan juga menjadi faktor yang memperparah situasi.
PCC mengatakan Badan Lembaga Pemasyarakatan Israel sengaja merampas makanan berkualitas, pakaian bersih, dan perlengkapan kebersihan pribadi dari para tahanan, termasuk anak-anak dan perempuan, serta paparan cahaya dan ventilasi yang memadai, yang semuanya dapat membatasi penyebaran penyakit.
Kudis, tambahnya, merupakan penyakit endemik di Penjara Megiddo dan Negev. Kejahatan penyakit dan medis, melalui penolakan total terhadap pengobatan, telah menjadi alat yang paling menonjol untuk membunuh dan melukai para tahanan, di samping penyiksaan, pelecehan, dan penghinaan yang biasa terjadi di penjara-penjara Israel.