Arkeolog menemukan terowongan unik yang disebut sebagai "keajaiban geometris" di bawah kota tua Taposiris Magna, Mesir saat mengeksplorasi makam Ratu Cleopatra.
Kathleen Martinez dari Universitas Santo Domingo beserta koleganya menemukan struktur ini 13 meter di bawah tanah dengan tinggi dua meter panjang 1.305 meter.
Terowongan ini dibangun menggunakan batu pasir dan berbentuk serupa dengan Terowongan Eupalinos di Yunani. Demikian menurut Menteri Pariwisata dan Barang Antik Mesir.
Struktur dari terowongan tersebut sering kali disebut sebagai "keajaiban rekayasa teknik" karena bentuk yang belum pernah dibangun sebelumnya.
Advertisement
Dewa Osiris
Serupa namun tak sama, rekayasa teknik dari Terowongan Taposiris Magna tetap sama-sama mencengangkan dengan Terowongan Eupalinos.
Taposiris Magna didirikan pada 280 SM oleh Ptolemaeus Kedua, putra dari Aleksander Agung.
Kuil yang berada di situs tersebut dipercayai digunakan sebagai bentuk dedikasi terhadap Dewa Osiris dan Ratu Isis, yang memiliki keterikatan kuat dengan Ratu Cleopatra.
Peneliti masih belum dapat memastikan keberadaan makam Cleopatra pada situs ini, bagaimanapun penelitian lanjutkan dapat memberikan informasi lebih jauh.
Di dalam terowongan ini terdapat beberapa peninggalan kuno, seperti tembikar dan batu gamping.
Seperti dikatakan Menteri Kepurbakalaan Mesir Zahi Hawass 13 Tahun lalu: "Jika kita menemukan makam Cleopatra dan Mark Antony, maka itu akan menjadi penemuan terbesar abad ke-21. Jika kita tidak menemukannya, maka kita membuat penemuan besar di sini, di dalam kuil dan di luar kuil."
Reporter Magang: Qaulan Maruf Indra