Sekjen Liga Muslim Dunia: Serangan Terhadap Salman Rushdie Tidak Dibenarkan Islam

Salman Rushdie dinilai menistakan Islam setelah menulis buku Ayat-Ayat Setan pada 1988.

Hari Ariyanti
Oleh Hari Ariyanti - Reporter
Sekjen Liga Muslim Dunia: Serangan Terhadap Salman Rushdie Tidak Dibenarkan Islam
Sekjen Liga Muslim Dunia, Muhammad bin Abdul Karim Al-Issa. ©Twitter

Sekjen Liga Muslim Dunia, Muhammad bin Abdul Karim Al-Issa menanggapi serangan terhadap penulis Salman Rushdie di New York dua pekan lalu. Muhammad mengatakan dalam wawancaranya dengan Arab News, serangan tersebut tidak dibenarkan dalam Islam.

"Islam melarang kekerasan dan tidak pernah bisa menerima metode kekerasan apapun. Isu agama dan intelektual, termasuk kalimat yang mungkin dibaca lengkap atau sebagian yang dianggap menyinggung, tidak bisa disikapi dengan cara kekerasan seperti ini," jelasnya, dikutip dari laman Al Arabiya, Selasa (23/8).

Muhammad yang juga Presiden Organisasi Halal Islam Internasional dan mantan Menteri Kehakiman Arab Saudi ini mengatakan Islam menentang segala bentuk kekerasan.

Cinta, lanjutnya, merupakan faktor sentral dalam agama.

"Penganutnya harus mencintai semua orang bahkan walaupun dia tidak sepakat dengan mereka. Penganut agama tahu bahwa cinta dan kasih sayang diperlukan dalam hidup ini. Cinta adalah kehidupan, kebersamaan, kedamaian, dan harmoni," jelasnya.

Salman Rushdie dinilai menistakan Islam setelah menulis buku Ayat-Ayat Setan pada 1988. Pemimpin spiritual Iran, Ayatullah Ali Khomeini mengeluarkan fatwa pembunuhan terhadap Rushdie pada 1989.

Penulis berusia 75 tahun itu diserang saat akan menjadi pembicara di Chautauqua Institution, New York, Amerika Serikat (AS) pada 12 Agustus lalu. Dia ditikam seorang pria yang diidentifikasi bernama Hadi Matar (24), warga AS keturunan Lebanon.

Rekomendasi