Tersangka pelaku penikaman penulis Salman Rushdie dilaporkan hanya membaca dua halaman dari novel Ayat-Ayat Setan karya sang penulis.
Hadi Matar, 24 tahun, mengaku tidak bersalah atas semua dakwaan dari insiden penikaman yang terjadi di New York pekan lalu.
Baca juga: Mengenal Ushul Fiqh Dalam Agama Islam Lengkap
Dalam wawancara dengan the New York Post dari penjara, Matar mengatakan Salman Rushdie adalah "orang yang menyerang Islam".
Namun dia tidak mengaku soal tuduhan aksinya terinspirasi dari fatwa yang dikeluarkan Iran pada 1980-an.
Matar saat ini ditahan di penjara Chatauqua County, di Negara Bagian New York.
Salman Rushdie menerbitkan novel Ayat-Ayat Setan pada 1988. Novel itu dinilai menghina Islam dan isinya dianggap penistaan agama.
Karena buku itu pula Pemimpin Spiritual Tertinggi Iran saat itu Ayatullah Khomeini pada 1989 mengeluarkan fatwa menyerukan dia dibunuh.
Matar mengatakan kepada the New York Post, dia hanya membaca "dua halaman" dari novel itu dan tidak mengatakan fatwa itu yang mendorong aksinya pekan lalu.
"Saya menghormati Ayatullah. Menurut saya dia orang hebat. Hanya itu yang ingin saya katakan," kata dia, seperti dilansir laman BBC, Kamis (18/8).
Advertisement
Matar juga mengatakan dirinya kaget mendengar Rushdie masih selamat.
"Saya tidak suka orang itu. Menurut saya dia bukan orang baik. Saya sangat tidak menyukainya," kata Matar tentang Rushdie. "Dia orang yang menyerang Islam, dia menyerang keyakinan, sistem keimanan."
Rushdie yang mengalami luka di hati, tangan, dan matanya kini sedang dalam masa pemulihan dan selera humornya sudah kembali, kata keluarganya pekan ini.