Novel Ayat-Ayat Setan karya Salman Rushdie yang terbit 1998 melonjak laku keras penjualannya di negara Skandinavia setelah Sabtu kemarin penulisnya ditikam di New York, Amerika Serikat.
Di Denmark novel yang dianggap sebagai penistaan terhadap agama Islam itu berada di posisi teratas buku yang paling laku di Saxo.com, situs penjual buku eceran.
Di negara tetangganya, Norwegia, Ayat-Ayat Setan menjadi yang paling banyak dibeli melalui toko buku daring terbesar Norlis. Penerbit Aschehoug bahkan mengatakan mereka akan mencetak ulang buku itu karena banyak yang mencarinya.
Salman Rushdie, penulis kelahiran India 75 tahun lalu itu ditikam berkali-kali di leher dan perutnya oleh seorang pria ketika dia menjadi pembicara di sebuah acara sastra di New York. Dia sempat berada dalam kondisi kritis dan memakai ventilator. Tapi kini Rushdie dilaporkan sudah membaik dan ventilatornya dilepas.
Tak lama setelah novel Ayat-Ayat Setan diterbitkan pada 1988, muncul serangkaian unjuk rasa di berbagai belahan dunia, terutama negara muslim. Pemimpin spiritual tertinggi Iran kala itu Ayatullah Khomeini mengeluarkan fatwa agar Rushdie dibunuh.
Salman Rushdie sudah sering mendapat ancaman pembunuhan sebelumnya. Dia tinggal di sebuah alamat rahasia di Inggris dan kemudian Amerika Serikat selama bertahun-tahun dan masih dalam perlindungan polisi.