Penulis Salman Rushdie mulai jalani masa penyembuhan dan ventilatornya telah dilepas setelah insiden penikaman di New York, Amerika Serikat (AS) pada Jumat. Penulis buku kontroversial Ayat-Ayat Setan itu ditikam saat sedang menjadi pembicara.
"Ventilaronya dilepas, jadi sekarang dalam masa pemulihan," jelas agen penulis yang menaungi Rushdie, Andrew Wylie kepada CNN pada Minggu.
"Akan butuh waktu lama, lukanya parah. Tapi kondisinya membaik," lanjutnya.
Menurut pernyataan keluarga yang dirilis pada Minggu oleh putranya, penulis 75 tahun itu masih dalam kondisi kritis tapi bisa mengucapkan beberapa kata pada Sabtu.
Rushdie sedang bersiap memberikan kuliah umum di Chautauqua Institution pada Jumat ketika seorang pria melompat ke panggung dan menikamnya di perut dan leher. Para staf dan undangan bergegas ke atas panggung dan melumpuhkan pelaku sebelum ditangkap polisi. Pelakunya seorang pria 24 tahun, Hadi Matar dari Fairview, New Jersey.
Setelah serangan itu, Rusdhie dilarikan ke rumah sakit menggunakan helikopter dan menjalani operasi.
Tim pembela umum pelaku, Nathaniel Barone menyampaikan Matar mengaku tidak bersalah atas dakwaan upaya pembunuhan tingkat dua dan penyerangan tingkat dua dengan maksud melukai menggunakan senjata tajam.
Barone mengatakan Matar sangat kooperatif dan berkomunikasi secara terbuka, walaupun dia tidak menyinggung apa saja yang dibahas.
Matar menolak diberi jaminan dan ditahan di Lapas Chautauqua County. Dia akan hadir di pengadilan pada Jumat mendatang. Dia terancam hukuman 32 tahun penjara.