Joshua Wong dan Dua Aktivis Hong Kong Mengaku Bersalah dalam Aksi Demo Tahun Lalu

Wong, Agnes Chow dan Ivan Lam merupakan anggota dari Partai Demosisto yang telah dibubarkan.

Rita
Oleh Rita - Reporter
Joshua Wong dan Dua Aktivis Hong Kong Mengaku Bersalah dalam Aksi Demo Tahun Lalu
Joshua Wong. ©AFP PHOTO/AARON TAM

Joshua Wong bersama dengan dua aktivis lainnya menghadapi kemungkinan dipenjara setelah mengaku bersalah pada Senin kemarin, atas protes yang berlangsung selama musim panas lalu di Hong Kong.

Wong, Agnes Chow dan Ivan Lam merupakan anggota dari Partai Demosisto yang telah dibubarkan. Ketiganya menghadapi dakwaan atas demonstrasi pada Juni 2019, ketika ribuan orang mengepung Mabes Polisi dan menyerukan penyelidikan penggunaan kekerasan oleh aparat. Kini mereka segera dipenjara oleh pengadilan di Distrik Kowloon Barat dan akan dijatuhi hukuman minggu depan.

Dalam unggahan Facebook pada hari Minggu (22/11), Wong menulis, keputusan telah dibuat setelah memeriksa bukti penuntutan dan berkonsultasi dengan penasihat hukum. Mereka juga tidak mengatakan alasan mengaku bersalah daripada melawan dakwaan tersebut.

Dilansir dari laman The New York Times, Selasa (24/11), Joshua Wong sebelumnya telah dipenjara akibat dua kasus terkait protes, kini mengatakan bahwa hal tersebut tidak akan menghentikannya sebagai aktivis dan dia siap untuk kembali ke jeruji besi.

“Mungkin pihak berwenang ingin saya tetap di penjara satu demi satu,” katanya sebelum sidang pengadilan. “Tapi saya yakin bahwa baik jeruji penjara, atau larangan pemilu, atau kekuatan sewenang-wenang lainnya tidak akan menghentikan kami dari aktivisme”.

Sebelumnya, tiga aktivis tersebut dituduh telah mengatur dan turut ambil bagian dalam demo ilegal.

Wong, 24, menjadi terkenal sebagai pemimpin protes remaja selama unjuk rasa Gerakan Payung. Tahun lalu, beberapa hari setelah dibebaskan dari penjara dia berbicara di luar Markas Besar Polisi di Hong Kong, mengkritik pihak berwenang karena menyebut protes 12 Juni di luar badan legislatif Hong Kong sebagai kerusuhan.

“Tidak ada kerusuhan, hanya dalam tirani,” dia memimpin kerumunan dalam nyanyian.

Chow (23) yang seperti Wong juga merupakan tokoh kunci dalam Gerakan Payung pro-demokrasi 2014, mengatakan bahwa dia prihatin dengan prospek hukuman penjara. Dia mengaku bersalah pada Juli atas tuduhan berpartisipasi dalam demo ilegal dan menghasut orang lain.

“Jika dihukum, ini akan menjadi pertama kalinya saya di penjara, sementara saya mengatakan saya telah mempersiapkan mental untuk ini, saya masih sedikit takut.” tulisnya dalam unggahan Facebook pada hari Minggu.

Reporter Magang: Galya Nge

Rekomendasi