Seiring bulan suci Ramadan yang hampir berakhir seorang ulama terkemuka Mesir menyerukan warga muslim untuk tidak menjadi makmum salat Is di belakang televisi atau radio yang menyiarkan langsung salat Idul Fitri.
Mahmud Muhanna, anggota Dewan Ulama Senior Al-Azhar mengatakan kepada stasiun televisi Al Hadath, tidak dibolehkan salat id dibelakang sebuah televisi atau radio menjadi makmum dari imam yang salatnya disiarkan secara langsung.
"Salat id bisa dilakukan di rumah, dua rakaat dengan tujuh takbir di rakaat pertama dan lima takbir di rakaat kedua," ujar Muhanna kepada Al Hadath dalam program siaran dua mingguannya di televisi itu.
Pandemi corona di seluruh dunia membuat masjid-masjid di berbagai negara harus ditutup demi mencegah penyebaran virus corona.
Sebelumnya Mufti Agung Arab Saudi Sheikh Abdulaziz al-Sheikh kemarin mengatakan warga muslim dibolehkan melaksanakan ibadah salat sunat Idul Fitri di rumah karena pandemi corona membuat masjid-masjid di seluruh dunia tutup.
Pelaksanaan salat Id itu bisa dilakukan sendiri atau berkelompok, kata sang mufti Saudi, seperti dilansir laman Al Arabiya, Senin (18/5).
Salat Id di akhir bulan suci Ramadan diperkirakan akan jatuh pada 23 atau 24 Mei mendatang tergantung penglihatan bulan baru atau hilal.
Di hari Idul Fitri warga muslim bisa melaksanakan salat id sekitar 15 atau 30 menit setelah terbit matahari dan dilanjutkan hingga salat dhuha--salat sunat di antara subuh dan salat zuhur, kata Sheikh Al-Sheikh.
Dalam hal zakat fitrah, mufti Saudi menuturkan, umat Islam bisa memberikan zakat kepada organisasi yang terpercaya.