China hapus bea impor 28 obat termasuk kanker, industri farmasi India diuntungkan?

India Brand Equity Foundation (IBEF) atau organisasi promosi perdagangan yang didanai pemerintah menyatakan, bahwa sektor kesehatan telah menyerap tenaga kerja dalam jumlah tinggi dan menyumbang pendapatan besar bagi perekonomian India.

Farah Fuadona
Oleh Farah Fuadona - Reporter
China hapus bea impor 28 obat termasuk kanker, industri farmasi India diuntungkan?
ilustrasi farmasi di india. ©2018 AFP Photo

Akhir bulan lalu Kementerian Keuangan China mengumumkan menghapus bea impor 28 obat, termasuk kanker. Kabar ini rupanya menjadi angin segar bagi industri farmasi India.

"China telah membebaskan tarif impor (bea) untuk 28 obat, termasuk semua obat kanker per 1 Mei. Berita bagus untuk industri farmasi India dan ekspor obat-obatan ke China. Saya percaya ini akan membantu mengurangi ketidakseimbangan perdagangan antara China dan India di masa depan," ujar Duta Besar China untuk India, Luo Zhaohui di Twitternya, dilansir dari laman Times of India, Jumat (4/5).

Industri farmasi India menurut analisis dataset ekspansif perdagangan barang menunjukkan bahwa pada 2016, nilai ekspor bidang kesehatan senilai 14,1 miliar USD. Sedangkan nilai impor sekitar 3,2 miliar USD, ada surplus ekspor hampir 11 miliar USD.

Dikutip dari Financial Express, hanya tiga negara di dunia yang memiliki surplus ekspor lebih tinggi dalam barang-barang yang berhubungan dengan kesehatan, yakni Jerman, Swiss, dan Irlandia.

India adalah satu-satunya negara, di antara negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah yang telah mencapai surplus perdagangan yang cukup besar di sektor ini.

India Brand Equity Foundation (IBEF) atau organisasi promosi perdagangan yang didanai pemerintah menyatakan, bahwa sektor kesehatan telah menyerap tenaga kerja dalam jumlah tinggi dan menyumbang pendapatan besar bagi perekonomian India.

Di satu sisi, Pemerintah China sedang meningkatkan perawatan bagi pasien kanker, seperti prosedur persetujuan obat-obatan impor dan penurunan pajak yang terkait dengan produksi obat kanker.

Menurut statistik terbaru yang dikeluarkan oleh National Cancer Centre, dikutip GB Times, setiap tahun lebih dari 3,8 juta orang didiagnosis kanker di China, dengan lebih dari 2,2 juta pasien menyerah pada penyakit tersebut.

Analis mengatakan bahwa langkah ini diharapkan membantu meringankan beban keuangan bagi keluarga pasien, dan merangsang kemajuan produsen obat domestik.

Diperkirakan pembebasan tarif akan mengurangi harga obat kanker yang diimpor hingga 20 persen.

Rekomendasi