Kepolisian Arab Saudi menyatakan membebaskan dari tahanan perempuan yang direkam berjalan-jalan di situs sejarah Ushayqir, mengenakan rok mini dan baju ketat. Dia dilepas pada Selasa malam lalu setelah diperiksa selama beberapa jam.
Dilansir dari laman Al Jazeera, Kamis (20/7), perempuan yang identitasnya dirahasiakan itu mengaku memang merekam perjalanannya ke Ushayqir dengan mengenakan rok mini dan baju ketat. Namun, dia mengaku video itu disebar di media sosial tanpa sepengetahuannya.
Hukum diterapkan di Arab Saudi dianggap mengekang perempuan. Mereka sangat dibatasi dalam banyak hal. Baru pekan lalu pemerintah Saudi membolehkan pelajar perempuan ikut dalam pelajaran olahraga, setelah sebelumnya dilarang.
Perempuan juga dilarang membawa kendaraan seorang diri, dan tidak boleh mempunyai paspor atau bepergian tanpa izin suami atau kerabat lelaki. Namun, Pangeran Muhammad bin Salman mendesak supaya pemerintah setempat membuka keran bagi para muda-mudi bisa berinteraksi di dunia maya tanpa disensor. Akhirnya pemerintah melunak. Bahkan kini mereka melucuti kewenangan polisi syariah yang tidak bisa menahan seseorang sewenang-wenang.