Menonton tayangan porno membuat setiap penikmatnya kecanduan, tak terkecuali dari kalangan orang terhormat sekali pun. Secara sengaja atau tidak, naluri ingin menyaksikan adegan panas tersebut muncul, bahkan saat sedang menjalankan tugas negara.Akses mudah pornografi dari situs online dan pendidikan seks yang rendah adalah hal utama yang memicu kecanduan seks, seperti yang dilansir dari Daily Mail, dari ahli terapi kecanduan seks, Paula Hall."Kenyataan yang terjadi sekarang adalah di mana pun orang berada, dengan atau tanpa trauma masa kecil, bisa dengan mudah memuaskan hasrat mereka melalui pornografi yang bisa meningkatkan risiko kecanduan seks," tutur Hall.Kecanduan seks itu sendiri jelas tidak memberi manfaat apapun bagi penderita. Sebaliknya, hidup mereka perlahan-lahan hancur karena ditinggal pasangan, kehabisan uang, dan tidak mampu memanfaatkan waktu dengan baik.Berikut, empat contoh pejabat anggota parlemen ketahuan nonton video porno saat sedang rapat versi merdeka.com:
Advertisement
Tiga politikus India tonton video porno saat sidang parlemen
Politikus asal Negara Bagian Bangalore, India ketahuan tengah menonton video porno saat rapat digelar. Ketiga politikus itu adalah Laxman Savadi (Menteri Koperasi), C.C. Patil (Menteri Perempuan), dan Khrisna Palemar (Menteri Sains dan Teknologi).Tindakan ketiganya membikin publik marah karena mereka berasal dari Partai Nasionalis Hindu Bharatiya Janata (HBJP). Partai religius konservatif ini merupakan oposisi terbesar di India.
Daily Mail (8/2/2012) melaporkan komisi etik parlemen mulai menyeidiki kasus itu. Aib ini terkuak setelah televisi lokal Selasa lalu menyiarkan rekaman tiga anggota parlemen asyik menonton adegan seks.Savadi dan Patil menolak tuduhan itu. Saya hanya menerima ponsel dari uluran anggota komisi lainnya tanpa sengaja, ujar Patil.Savadi bahkan merasa tak perlu mundur dari jabatannya lantaran insiden itu. Dia beralasan video syahwat itu berisi adegan perkosaan yang pernah menghebohkan masyarakat.
Advertisement
Politikus China ketahuan lihat gambar porno saat rapat parlemen
Anggota parlemen Kota Hong Kong, China tertangkap basah tengah melihat beberapa gambar porno. Ini dilakukannya selama rapat.Surat kabar the Huffington Post melaporkan, Sabtu (1/3/2014), Albert Ho Chun nampaknya bosan saat rapat parlemen dan memutuskan melihat belasan gambar perempuan berbusana minim.Seorang juru foto menjepret Ho diam-diam melihat gambar-gambar kaum hawa mengundang syahwat itu. "Itu hanya kebetulan. Saya tengah santai dan melihat semua foto itu," ujar Ho Chun.Meski demikian dia meminta maaf atas kelakuannya itu. Dia mengaku salah telah lalai dalam rapat dan melihat gambar tidak pantas.
Advertisement
Anggota parlemen ketahuan tonton video porno di ponsel saat rapat
Anggota parlemen di Ukraina bernama Vyacheslav Konstantinovskiy terekam kamera sedang menonton film porno di ponselnya ketika rapat sedang berlangsung.Dia akhirnya mengakui perbuatannya dengan mengatakan, "setidaknya saya tidak bermain Pokemon Go".Dalam pernyataan resminya di media sosial, dia mengaku sudah lelah dengan 'adegan sirkus yang terjadi di ruang rapat' dan memilih membuka tautan di dalam ponselnya."Saya akui tempat menonton film itu tidak tepat," kata dia, seperti dilansir tabloid Mirror, Selasa (26/7).Tapi bukannya meminta maaf, dia malah membela perbuatannya."Seks adalah bagian penting dalam kehidupan pria."Dia juga berkukuh tetap mencintai istrinya. Konstantinovskiy menjadi anggota parlemen sejak dua tahun lalu. Sebelumnya dia dikenal dengan gaya hidup playboy yang serba mewah.
Advertisement
Ketahuan menonton film porno di ponsel, anggota parlemen ini salahkan WhatsApp
Joao Rodrigues, anggota parlemen dari Partai Demokrasi Sosial di Brasil terekam kamerea sedang menonton video porno di ponselnya ketika sedang mengikuti rapat.Dikutip dari Metro, Mei tahun lalu, dalam suatu kesempatan dia juga terlihat membagikan video itu kepada anggota parlemen yang lain.Media di Brasil melaporkan, dalam video itu terlihat sosok perempuan sedang beradegan panas.Namun Rodrigues menyangkal tuduhan media dan mengatakan di Facebook, dia baru saja menerima video itu melalui WhatsApp dan akan menghapusnya."Saya ikut ratusan grup di WhatsApp dan saat itu saya sedang memilah-milah file yang akan saya hapus," kata dia.
Â