Myanmar akhirnya memiliki presiden baru berlatar sipil setelah lebih dari dua dekade kekuasaan junta militer. Parlemen Myanmar pada Selasa (15/3) memilih Htin Kyaw, orang kepercayaan pemimpin Partai Liga Nasional Untuk Demokrasi (NLD), Aung San Suu Kyi.
Kyaw, politikus 69 tahun, meraih 360 suara anggota parlemen, dari total 652 yang diperebutkan untuk pemilihan presiden. Majelis rendah maupun tinggi parlemen Myanmar semua menyumbangkan suaranya.
Kyaw akan dilantik menjadi presiden, menggantikan Thein Sein yang berlatar purnawirawan militer, pada April mendatang.
Channel News Asia melaporkan kemenangan Kyaw sudah diprediksi sebelumnya. NLD menguasai setidaknya 225 kursi di parlemen rendah, serta 135 kursi di majelis tinggi. Perlawanan dilancarkan faksi utusan tentara yang menguasai 25 persen kursi, tapi kelompok etnis minoritas memberi suaranya kepada calon NLD.
Aung San Suu Kyi dan sekutunya Presiden Myanmar Htin Kyaw (c) 2016 Reuters
Kyaw adalah seorang intelektual, penulis, serta politikus yang dihormati semua kalangan. Tentara pun menghormati Kyaw selama ini. kabarnya Kyaw sempat menjadi sopir pribadi Aung San Suu Kyi.
Ada tiga calon presiden yang dipilh parlemen siang tadi. Selain Kyaw, ada sosok Henry Van Thio berlatar sipil yang juga tokoh NLD, serta Myint Swe, seorang pensiunan jenderal.
Aung San Suu Kyi menyerukan seluruh partai di parlemen memilih Kyaw. Politikus perempuan peraih Nobel Perdamaian ini tidak bisa maju sendiri menjadi presiden, karena dijegal UU buatan tentara. Dalam amandemen UU Pasal 59F tahun lalu, disebutkan bahwa orang Myanmar yang keluarganya memiliki kewarganegaraan asing tidak boleh menjadi presiden.
Mendiang suami Suu Kyi, Michael Aris, adalah warga negara Inggris, begitu pula kedua putranya.