Kemlu pastikan belum ada WNI yang menjadi korban dalam gempa Taiwan

Laporan tersebut didapat dari Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) Taipei.

Al Amin
Oleh Al Amin - Reporter
Kemlu pastikan belum ada WNI yang menjadi korban dalam gempa Taiwan
Gempa Taiwan. ©2016 Merdeka.com

Kementerian Luar Negeri Republik Idonesia mengabarkan, hingga saat ini belum mendapat laporan tentang warga negara Indonesia yang menjadi korban di Taiwan. Laporan tersebut didapat dari Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) Taipei."Karena banyak teman-teman yang telepon soal 3 WNI yang dikatakan tewas, dapat disampaikan bahwa Tim KDEI Taipei yang sudah berada di lokasi sudah melakukan pengecekan ke crisis center maupun ke rumah sakit rujukan. Sejauh ini KDEI tidak menerima informasi adanya WNI yang menjadi korban," tulis Dir Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kemlu, Lalu Muhammad Iqbal, dalam pesan tertulis, Sabtu (6/2).Sementara itu, Satuan Tugas Tenaga Kerja Indonesia memastikan tidak ada warga negara Indonesia yang menjadi korban gempa bumi berkekuatan 6,4 pada Skala Richter di Taiwan selatan, Sabtu dini hari."Saya sudah kontak beberapa koordinator lapangan, sampai saat ini belum ada laporan mengenai TKI dan WNI yang menjadi korban gempa, baik meninggal maupun luka-luka," kata anggota Satgas TKI Taiwan untuk wilayah Kota Tainan, Bintang Ega Jaya saat dihubungi Antara dari Jakarta, Sabtu (6/2).Pria yang juga Ketua Forum Kerukunan Keluarga Besar Indonesia-Taiwan (FKBBIT) Kota Tainan itu juga memastikan bahwa tidak ada WNI yang tinggal di gedung 16 lantai di kawasan Yongkang yang runtuh dalam musibah tersebut."Itu bangunan tua. Kami tadi berkumpul di Toko Indonesia untuk memastikan bahwa tidak ada WNI yang tinggal di situ," ujar TKI berusia 35 tahun asal Desa Talun Kulon, Kecamatan Bandung, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, itu.Bintang menyebutkan di wilayah Kabupaten Tainan terdapat sekitar 17.000 TKI, baik bekerja pada sektor formal maupun informal sebagai pengasuh orang tua jompo.Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) di Taipei menjadikan Toko Indonesia di kawasan Yongkang, Kota Tainan, sebagai posko darurat.Posko tersebut hanya berjarak sekitar 1,5 kilometer dari gedung berlantai 16 yang runtuh dalam bencana alam yang menyita sejumlah negara maju turut mengulurkan bantuan dana untuk pemulihan infrastruktur tersebut."Kami semua dalam keadaan siap siaga sambil memantau informasi dari pihak otoritas Taiwan," kata Bintang yang sudah 14 tahun bekerja di pabrik elektronik di Kota Tainan tersebut.

Halaman
Rekomendasi