Jenderal Angkatan Darat Myanmar, Min Aung Hlaing, mengucapkan selamat kepada Partai Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) pimpinan Aung San Suu Kyi. NLD hampir pasti memenangkan pemilihan umum, dengan merebut 73 persen persen suara untuk majelis rendah, majelis tinggi, maupun dewan perwakilan daerah dari hasil penghitungan sementara KPU. Hasil perolehan NLD itu setara 256 kursi di parlemen.
Walaupun cuma jenderal, Min Aung secara de facto adalah orang terkuat di Myanmar. Tentara, walau tak lagi membentuk junta, dijamin menguasai 25 persen kursi parlemen. "Kami mengucapkan selamat kepada NLD karena memenangkan kursi mayoritas," kata Min Aung lewat akun Facebook resminya, seperti dilansir Channel News Asia, Kamis (12/11).
Angkatan Darat adalah organ yang selalu memperoleh posisi strategis di negara itu. Minimal Menteri Pertahanan dan Menteri Dalam Negeri. Min Aung adalah sosok di balik kebijakan diskriminatif terhadap etnis Rohingya, etnis Kachin, dan banyak lagi kelompok minoritas lainnya. Tentara memandang etnis minoritas sebagai ancaman nasional.
Selain Min Aung, Presiden Thein Sein turut mengucapkan selamat. Dengan begitu, nyaris semua oligarki lama negara dulu bernama Burma ini mengakui otoritas NLD yang akan membentuk pemerintahan.
Thein Sein, bekas jenderal yang dipercaya Junta melakukan reformasi politik bertahap mulai 2011, adalah orang kuat lain di Myanmar.
"Selamat kepada ketua Aung San Suu Kyi dan partainya karena telah mengumpulkan dukungan dari rakyat," tulis Facebook Istana Kepresidenan.
Pemilu pada 8 November lalu merupakan yang paling bebas dalam sejarah Myanmar. NLD sebetulnya memenangkan pemilu 25 tahun lalu, tapi saat itu junta militer menolak mengakui hasil pencoblosan.
Junta lalu memenjarakan Suu Kyi yang konsisten menuntut demokratisasi di negaranya. Imbasnya, Suu Kyi jadi simbol oposisi lintas negara, bahkan meraih Nobel Perdamaian pada 1991.
Sampai sekarang KPU Myanmar belum juga merampungkan penghitungan suara. NLD memperkirakan hasil keseluruhan akan keluar dalam satu pekan setelah pencoblosan.
Banyak pendukung NLD, walau gembira melihat partainya memimpin peroleh suara secara telak, masih khawatir tentara tiba-tiba menolak mengkaui hasil pemilu.
Advertisement