Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Protes bentrokan Yerusalem, Palestina tutup komunikasi dengan Israel

Protes bentrokan Yerusalem, Palestina tutup komunikasi dengan Israel Warga Palestina bentrok dengan polisi Israel di depan Masjid Al-Aqsa. ©Reuters

Merdeka.com - Presiden Palestina, Mahmud Abbas, memutuskan menghentikan seluruh pembicaraan dengan Israel terkait bentrokan di Yerusalem Timur. Tiga warga Palestina dibunuh oleh pemukim ilegal Yahudi dalam insiden terjadi selepas salat Jumat kemarin, dan ratusan lainnya terluka, serta 29 ditangkap.

Dilansir dari laman Al Jazeera, Sabtu (22/7), Abbas menyatakan pemutusan komunikasi dengan Israel dilakukan sampai Negeri Zionis itu memindahkan seluruh perangkat pemindai logam, dipasang di depan gerbang menuju kompleks Masjid Al-Aqsa.

"Saya menyatakan penghentian seluruh komunikasi dengan Israel di segala tingkatan, sampai mereka angkat kaki dari Masjid Al-Aqsa dan mengembalikan status quo," kata Abbas.

Ketiga warga Palestina dibunuh pemukim ilegal Israel adalah Muhammad Sharaf (17), Muhammad Hassan Abu Ghannam (19), dan satu orang yang belum diketahui identitasnya.

Sharaf ditembak oleh pemukim ilegal Israel di daerah Ras Alamood. Ghannam juga dibunuh oleh pemukim ilegal Yahudi di Yerusalem Timur, dan mengembuskan napas terakhir di Rumah Sakit al-Makassad. Sedangkan warga Palestina ketiga tertembus peluru tajam tepat di jantungnya. Insiden itu terjadi di wilayah Abu Dis.

Ribuan warga Palestina turun ke jalan dan memilih menggelar salat Jumat di luar kompleks Masjid Al-Aqsa kemarin, tepatnya di Jalan Salahuddin. sebagai protes atas pendirian dua pos pemeriksaan baru di pintu masuk. Israel berdalih hal itu buat keamanan karena mereka menjadi target serangan beberapa pekan belakangan. Namun, aksi dilakukan usai salat Jumat dibubarkan paksa oleh aparat Israel dengan tembakan gas air mata.

Dalam bentrokan itu, 29 warga Palestina ditangkap dan sekitar 390 lainnya cidera. Mereka rata-rata menghirup gas air mata dan tertembak peluru karet dan tajam. Sejumlah orang memar dan lebam akibat dipukul dengan tongkat.

Anggota polisi Israel juga menyerbu Rumah Sakit Makassad di Yerusalem dan mengusir seluruh tenaga medis. Menurut saksi, mereka mencari korban luka-luka diyakini sebagai pengunjuk rasa.

Juru Runding Otoritas Palestina, Hatem Abdel-Kader, dikabarkan ditangkap selepas bentrokan. Sebelum dibekuk, dia mengatakan sudah melakukan tawar menawar dengan aparat Israel.

"Israel tetap memaksa memasang pemindai logam, tetapi mereka hanya akan meminta orang dicurigai melewatinya," kata Hatem.

Persyaratan Israel tetap ditolak warga Palestina dan akhirnya berujung bentrokan kemarin.

Sebaliknya, tiga orang Israel tewas ditusuk oleh warga Palestina, Umar al-Abed (20), di wilayah pemukiman ilegal Neve Tsuf. Umar mengendap-endap masuk ke rumah itu saat korbannya makan malam Shabbat. Ketiga korban tewas adalah seorang ayah berusia 60, dan kedua anak lelaki serta perempuannya berumur 40. Sedangkan korban keempat merupakan ibu mereka terluka parah. Dia dirawat di Rumah Sakit Shaare Zedek.

(mdk/ary)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP