Presiden Maduro Bantah Melarikan Diri ke Kuba
Merdeka.com - Presiden Venezuela Nicolas Maduro membantah soal dugaan dirinya akan melarikan diri ke Kuba. Bantahan ini disampaikan dalam pidato yang disiarkan di televisi.
Sebelumnya, pemerintah AS menuduh Maduro telah siap untuk melakukan perjalanan ke Kuba guna menghindari kerusuhan. Tuduhan ini mencuat menyusul adanya demonstrasi yang dikendarai oleh pemimpin oposisi Juan Guaido.
Di mana lautan manusia memenuhi jalanan utama Kota Caracas pada Selasa waktu setempat, demikian dikutip dari laman CNN, Rabu (1/5).
"Mereka memiliki pesawat terbang di landasan. Dia siap untuk pergi," ujar Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo.
Para pejabat senior AS juga mengklaim tiga tokoh penting dalam pemerintahan Maduro telah menyetujui presiden untuk pergi.
Dikutip dari laman BBC, Maduro yang berusaha digulingkan oleh pemimpin oposisi, tetap menentang turun dari jabatan meskipun protes terus terjadi. Dalam pidatonya di televisi, Maduro menggambarkan pendukung Guaido sebagai "kelompok kecil" yang rencananya gagal.
Oposisi Venezuela Dukung Militer Kudeta Presiden Maduro
Pemimpin oposisi Venezuela, Juan Guaido mendorong rakyat agar turun ke jalan mendukung para anggota militer menyingkirkan Presiden Nicolas Maduro. Pria yang menyatakan diri sebagai presiden sementara ini juga menyerukan rakyat "merebut kembali kebebasan".
Dalam laporan VOA Indonesia, yang dikutip Rabu (1/5), Guaido memposting sebuah video di akun Twitternya. Video itu berisi pidato di hadapan sekelompok tentara dan politisi oposisi Leopoldo Lopez, yang sedang dikenai tahanan rumah.
Guaido mengatakan militer telah membuat keputusan yang tepat dan akan berada di sisi yang benar dalam sejarah. Tidak lama kemudian, Menteri Informasi Venezuela Jorge Rodriguez mengatakan pemerintah Maduro menghadapi "upaya kudeta" kecil yang dipimpin “para pengkhianat" di tubuh militer.
Sementara itu, Menteri Pertahanan Vladimir Padrino mengatakan militer "dengan tegas membela" Maduro.
Guaido memimpin Majelis Nasional Venezuela. Dia menggunakan konstitusi untuk mendeklarasikan diri sebagai presiden sementara pada Januari lalu, setelah menyebut kepemimpinan Maduro tidak sah karena kecurangan dalam Pemilu.
AS Dukung Oposisi Venezuela
Wakil Presiden AS, Mike Pence meminta PBB mengakui Guaido sebagai presiden sah Venezuela pada Rabu (10/4).
"Sudah tiba waktunya bagi PBB untuk mengakui presiden sementara Juan Guaido sebagai presiden Venezuela yang sah dan mendudukkan wakilnya dalam badan ini," kata Pence kepada Dewan Keamanan PBB, mengutip Al Jazeera pada Kamis (11/4).
Dalam kesempatan itu, dia menambahkan pihaknya telah menyusun resolusi mengenai Venezuela. Tidak jelas kapan dan di mana Pence akan memperkenalkan resolusi yang dimaksud kepada DK PBB.
Pence juga mengumumkan, pemerintah Amerika Serikat akan memberikan US$ 60 juta kepada Venezuela sebagai "bantuan kemanusiaan". Pence optimistis "momentumnya ada di pihak pendukung kebebasan".
Duta Besar Rusia untuk PBB, Vassily Nebenzia mengatakan AS harus berhenti mencampuri urusan negara lain. Presiden Nicolas Maduro saat ini memang mendapatkan dukungan dari Kuba, Rusia, Turki dan China.
"Kami menyerukan Amerika Serikat untuk sekali lagi mengakui bahwa rakyat Venezuela dan masyarakat lain memiliki hak untuk menentukan masa depan mereka sendiri," kata Nebenzia.
"Jika Anda ingin membuat Amerika hebat lagi (Make America Great Again - jargon kampanye Donald Trump), kami semua dengan tulus tertarik melihatnya, maka berhenti mencampuri urusan negara lain," imbuhnya.
Brazil Dukung Oposisi Venezuela Kudeta Presiden Maduro
Selain AS, pemerintah sayap kanan Brazil juga memberikan dukungan kepada pemimpin oposisi Venezuela, Juan Guaido untuk menggulingkan Presiden Nicolas Maduro pada Selasa (30/4). Brazil juga menyeru negara lain agar melakukan tindakan yang sama.
Presiden Brazil, Jair Bolsonaro yang merupakan mantan perwira polisi, menulis di akun Twitter resminya bahwa rakyat Venezuela "diperbudak oleh seorang diktator".
"Mendukung kebebasan buat negara bersaudara kita untuk akhirnya menjadi demokrasi sesungguhnya," kata Bolsonaro, Rabu (1/5).
(mdk/pan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya