Polisi Rusia Tangkap 100 Demonstran karena Unjuk Rasa Bela Jurnalis di Moskow

Rabu, 12 Juni 2019 19:35 Reporter : Pandasurya Wijaya
Polisi Rusia Tangkap 100 Demonstran karena Unjuk Rasa Bela Jurnalis di Moskow polisi tangkap tokoh oposisi alexei navalny. ©REUTERS/Maxim Shemetov

Merdeka.com - Polisi Rusia hari ini menangkap sekitar 100 orang, termasuk tokoh oposisi Alexei Navalny, yang ikut berunjuk rasa membela jurnalis Ivan Golunov dan menyerukan polisi dihukum karena diduga menganiaya sang jurnalis.

Polisi tiba-tiba mencabut dakwaan kasus narkoba terhadap Ivan Golunov sehari sebelumnya. Keputusan itu termasuk jarang terjadi di tengah kemarahan para pendukung Golunov yang menyebut dia ditangkap bukan karena kasus narkoba tapi karena menulis soal korupsi pejabat.

Dilansir dari laman Channel News Asia, Rabu (12/6), Golunov, 36 tahun, dikenal sebagai penulis kasus korupsi melibatkan pejabat pemerintah kota Moskow. Dia ditangkap Kamis lalu dengan tuduhan akan menjual narkoba dalam jumlah besar. Golunov membantah tuduhan itu.

Dalam unjuk rasa hari ini para pendukung Golunov mengatakan kasus dialami jurnalis itu rekayasa dan perkara ini membuat para insan pers di Rusia bersatu.

REUTERS/Shamil Zhumatov

Pihak berwenang menjanjikan Golunov akan dibebaskan dan mereka yang merekayasa kasus ini akan dihukum, namun para pendukung Golunov tetap berdemo juga hari ini yang kebetulan hari libur di Rusia.

Kantor berita Reuters melaporkan, lebih dari 1000 orang berunjuk rasa di jalanan di pusat Ibu Kota Moskow. Mereka meneriakkan "Rusia akan bebas" dan "Rusia Tanpa Putin". Polisi memperingatkan para pendemo agar tidak melanggar hukum dan memblokir sejumlah ruas jalan.

"Kami datang untuk menunjukkan kepada aparat, kami bersatu," ujar Vsevolod, 24 tahun. "Kami menuntut ratusan ribu kasus kriminal yang membuat orang dipenjara secara tidak adil untuk dikaji ulang."

Sergei Udaltsov, aktivis politik beraliran kiri, mengatakan kasus Golunov ini adalah momen yang sangat penting.

"Kalau kita tidak menunjukkan solidaritas satu sama lain, sistem ini akan mematahkan kita satu per satu," kata dia. [pan]

Topik berita Terkait:
  1. Rusia
  2. Ivan Golunov
  3. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini