Polisi malah lari saat muslim Rohingya dihakimi massa hingga tewas

Rabu, 5 Juli 2017 16:41 Reporter : Pandasurya Wijaya
Polisi malah lari saat muslim Rohingya dihakimi massa hingga tewas Pengungsi Rohingya. ©2017 REUTERS/Soe Zeya Tun

Merdeka.com - Seorang polisi di Myanmar malah melarikan diri ketika melihat segerombolan orang menyerang seorang warga muslim Rohingya di Kota Sittwe kemarin. Warga muslim bernama Monir Ahmad, 55 tahun, itu akhirnya tewas lantaran dilempari batu bata oleh sekelompok warga Buddha dari Negara Bagian Rakhine.

Dua polisi mengatakan kepada kantor berita Reuters, seorang polisi junior tidak bersenjata sedang bersama korban ketika penyerangan itu terjadi tapi dia tidak bisa melindungi orang itu dari massa.

"Kami menanyai dia. Dia bilang sudah mencoba melindungi orang itu tapi tidak bisa dan dia lari ke kantor polisi," ujar Kolonel Myo Thu Soe, juru bicara Kementerian Dalam Negeri, seperti dilansir koran the Independent, Rabu (5/7).

Soe menuturkan, belum ada orang ditangkap dalam kasus ini tapi penyelidikan sedang berlangsung.

Serangkaian kekerasan bermotif kebencian agama belakangan sering terjadi di Negara Bagian Rakhine yang dihuni mayoritas warga muslim etnis Rohingya. Sejak meletusnya kekerasan pada 2012, ratusan warga Rohingya tewas dan 140 ribu lagi mengungsi.

Tujuh warga muslim dari kamp pengungsi kemarin datang ke Sittwe. Mereka cekcok dengan seorang warga Buddha soal pembelian sebuah perahu. Keributan itu kemudian menarik perhatian warga sekitar.

"Warga tidak menyerang polisi karena dia berasal dari ras yang sama," kata polisi Sittwe Letnan Kolonel Win Naung.

Myanmar yang mayoritas warganya penganut Buddha tidak mengakui sekitar satu juta warga muslim Rohingya sebagai warga negara. Mereka selama ini dianggap imigran ilegal dari Bangladesh. [pan]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini