Pilot Terbangkan Pesepakbola Emiliano Sala Tak Berlisensi Komersial?
Merdeka.com - Pilot pesawat nahas yang jatuh saat membawa pesepakbola Emiliano Sala pada Januari lalu dikabarkan keluar dari pelatihan lisensi pilot komersial. Pilot Ibbotson belajar di Cranfield Aviation Training School (CATS), yang berbasis di dekat Milton Keynes, utara London, tetapi tak sampai selesai.
"Sepertiga dari total lama kursus," kata direktur pelaksana CATS, Stuart E. Smith, seperti dikutip dari CNN, Minggu (3/3).
Terungkapnya kabar itu menimbulkan pertanyaan tentang apakah penerbangan itu sedari awal legal atau tidak.
Tubuh Sala ditemukan bersama puing-puing pesawat setelah pencarian pribadi yang ditugaskan oleh keluarganya dan dibiayai oleh kampanye crowdfunding. Emiliano Sala adalah striker baru klub sepakbola Liga Premier, Cardiff City yang dibeli dari klub Liga 1 Prancis, FC Nantes.
Sementara itu, tubuh Ibbotson yang berusia 59 tahun belum ditemukan, tetapi pilot itu diperkirakan meninggal.
Ibbotson memang memegang lisensi pilot pribadi, tetapi lisensi komersial diperlukan untuk menerbangkan penumpang dengan tujuan meraup keuntungan.
Karena itu, Ibbotson akan diizinkan untuk menerbangkan striker baru Cardiff City itu dari Prancis ke Wales pada 21 Januari 2019 berdasarkan pembagian biaya (cost-sharing), di mana biaya penerbangan ditanggung, tetapi tidak ada keuntungan yang didapat.
Belum jelas apakah penerbangan itu berdasarkan pembagian biaya atau tidak.
The Air Accidents Investigation Branch (AAIB), yang menyelidiki kecelakaan itu, sebelumnya mengatakan penerbangan itu berdasarkan pembagian biaya, tetapi sekarang mengatakan ini "belum ditetapkan."
AAIB merilis laporan sementara terkait penerbangan nahas tersebut pada Senin 4 Maret 2019 mendatang, yang menguraikan menit-menit terakhir penerbangan dari Nantes, Prancis utara, ke ibukota Wales di Cardiff. Dikatakan pesawat yang digunakan dalam penerbangan melewati pemeriksaan pemeliharaan berbulan-bulan sebelum kecelakaan.
Temuan juga merinci bagaimana pesawat mengubah ketinggian beberapa kali sebelum kehilangan kontak.
Emiliano Sala, yang berusia 28 tahun, terbang untuk bergabung dengan tim barunya, Cardiff City yang baru saja membelinya dari klub Prancis Nantes.
Tubuhnya diterbangkan kembali ke kota asalnya Progreso, Argentina, untuk dimakamkan pada 16 Februari 2019.
Teka-teki di balik kecelakaan pesawat yang menimpa pemain Cardiff City, Emiliano Sala mulai terkuak. Badan Keselamatan Penerbangan Inggris (AAIB) telah mengumumkan temuan awal seputar insiden yang merenggut nyawa pemain asal Argentina tersebut.
Sala dan pilot pesawat Piper Malibu, David Ibbotson, bertolak dari Nantes, Prancis menuju Cardiff, 21 Januari lalu. Namun dalam perjalanannya, pesawat hilang kontak dengan menara pengawas. Proses pencarian sempat terhenti sebelum dilanjutkan oleh pihak keluarga.
Jenazah Sala baru ditemukan dua pekan setelah kejadian tenggelam bersama puing pesawat di dasar laut Selat Inggris. Sementara sang pilot masih hilang hingga saat ini.
Menurut AAIB seperti dilansir dari AS, pesawat tersebut baru saja menjalani pemeriksaan terjadwal sebelum kecelakaan. Pesawat juga dilengkapi alat pelindung es yang memungkinkan Piper Malibu terbang dalam kondisi yang dikenal dengan lapisan ber-es.
"Cuaca di atas selat pada malam itu cukup buruk dengan titk beku berada di ketinggian antara 3.000 kaki dan 4.000 kaki di atas permukaan laut," bunyi pernyataan AAIB.
Reporter: Rizki Akbar Hasan
Sumber: Liputan6.com
(mdk/did)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya