Pilot kurang oksigen, AS kandangkan 55 jet tempur F-35

Selasa, 13 Juni 2017 17:54 Reporter : Aryo Putranto Saptohutomo
Pilot kurang oksigen, AS kandangkan 55 jet tempur F-35 F-35 Lightning II. F-35 Lightning II. foundrymag.com©2015

Merdeka.com - Sekitar 55 jet tempur F-35 butan Lockheed Martin dikandangkan oleh Angkatan Udara Amerika Serikat. Hal itu lantaran sistem pasokan oksigen buat pilot bermasalah.

Kini pesawat itu diparkir di Pangkalan Udara Luke, Phoenix, Arizona. Di sana adalah markas skuadron 56 Fighter Wing. Mereka menyatakan memilih mengandangkan F-35A Lightning II karena lima pilot kekurangan oksigen saat menerbangkannya.

"Pilot-pilot mengalami hypoxia atau kekurangan oksigen," kata Juru Bicara AU AS, Kapten Mark Graff, seperti dilansir dari laman The Guardian, Selasa (13/6).

Beruntung saat kejadian sistem oksigen cadangan buat pilot berfungsi sehingga mereka bisa mendarat dengan aman. Biasanya saban pekan, para pilot masing-masing mendapat jatah 25 kali terbang buat latihan.

"Pesawat itu diistirahatkan lebih panjang supaya angkatan udara bisa menganalisa masalah bersama pilot, mekanik, dan petugas medis," kata juru bicara Lanud Luke, Mayor Rebecca Heyse.

Dengan mengistirahatkan pesawat F-35 itu justru membikin risau dengan performanya. Sebab pekan depan mestinya burung besi itu unjuk kebolehan pada Paris Air Show.

Penjualan F-35 merupakan tumpuan bagi Lockheed. Sebab burung besi menghasilkan 37 persen pemasukan buat perusahaan. Di paruh pertama tahun saja penjualan Lockheed melonjak delapan persen menjadi USD 4,11 miliar, utamanya dari F-35.

Lanud Luke adalah pangkalan terbesar F-35. Di sana juga dijadikan tempat berlatih pilot AS dan negara sekutunya. Kira-kira hingga saat ini sudah ada 220 pesawat F-35 di seluruh dunia. Namun sayang, satu pun dari burung besi itu belum pernah mencicipi medan tempur.

Lockheed menyatakan siap bertanggung jawab atas masalah itu. Sebab, pengembangan dan pembuatan pesawat itu menggandeng beberapa perusahaan penerbangan lain. Yakni Northrop Grumman, Pratt and Whitney, dan BAE Systems. [ary]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini