Petinggi dikabarkan angkat kaki dari Qatar, HAMAS menyangkal
Merdeka.com - Beberapa petinggi Pergerakan Perlawanan Islam (HAMAS) dikabarkan angkat kaki dari Qatar. Hal itu menyusul ketegangan antara negara itu dengan sejumlah tetangganya di kawasan teluk.
Beberapa petinggi HAMAS itu konon berpencar ke beberapa tempat. Ada yang pergi ke Libanon, Malaysia, dan Turki. Mereka antara lain komandan militer Saleh al-Aruri dan Musa Dudin.
Dilansir dari laman Haaretz, Rabu (7/6), para petinggi HAMAS diminta pergi dari Qatar bukan saja mereka yang terlibat di Jalur Gaza, tetapi juga di Tepi Barat. Qatar menyatakan tidak senang dengan keputusan itu tetapi posisi mereka sedang sulit karena ditekan. Namun, HAMAS menepis kabar itu.
"Ada sejumlah media yang menyebarkan kabar palsu tentang HAMAS buat menghancurkan citra dan merusak hubungan luar negeri kami," kata Juru Bicara HAMAS, Husam Badran.
Kabarnya, sejak Maret tahun lalu pemerintah Qatar sudah meminta pemimpin HAMAS dalam pengasingan di negara itu supaya agak 'tiarap' dan mengurangi tampil di media massa. Bahkan konon, sumbangan uang buat para pemimpin HAMAS di sana diminta dipangkas. (mdk/ary)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya