Pesawat Jatuh ke Permukiman Penduduk di Kongo, 26 Tewas

Senin, 25 November 2019 17:07 Reporter : Hari Ariyanti
Pesawat Jatuh ke Permukiman Penduduk di Kongo, 26 Tewas Pesawat jatuh di Kongo. ©2019/Pamela Tulizo/AFP via Getty Images

Merdeka.com - Pesawat penumpang jatuh sesaat setelah lepas landas di Goma, Kongo, menewaskan 26 orang termasuk penumpang, kru, dan orang-orang di darat, kata pemerintah setempat dalam pernyataannya.

Pesawat kecil dengan kapasitas 19 kursi itu jatuh ke kawasan permukiman penduduk pada Minggu di Distrik Mapendo, dekat bandara Goma di Provinsi Kivu Utara. Demikian dilansir dari laman The Guardian, Senin (25/11).

Asap hitam membubung dari pesawat yang terbakar pada Minggu pagi, namun segera teratasi saat tim penyelamat menggotong jasad korban dengan tandu dan ratusan orang berkumpul di TKP. Puing-puing badan pesawat dapat dilihat di tengah-tengah rumah yang hancur dan puluhan pria berusaha membantu upaya penyelamatan.

Pesawat jenis Dornier 228-200 adalah pesawat milik maskapai Busy Bee dan tengah bertolak ke Beni, sekitar 350 kilometer di utara Goma.

1 dari 1 halaman

Larangan Terbang ke Uni Eropa

Jumlah korban tewas meningkat menjadi 26 orang pada Minggu dan termasuk 17 penumpang, dua kru dan tujuh penduduk Goma, menurut Menteri Transportasi. Pemerintah menyampaikan belasungkawa kepada semua keluarga korban. Sebelumnya, Program Kesehatan Perbatasan Nasional mengatakan ada dua penumpang selamat termasuk dua kru, yang mendapat perawatan di rumah sakit setempat.

Placide Kambale, seorang pilot setempat mengatakan dia menumpang taksi ke lokasi kecelakaan untuk membantu. Ketika sampai ke TKP, pesawat tersebut terbakar.

"Saya memanggil anak-anak muda dari kawasan itu, mereka menolong saya mencoba mengangkat korban yang masih bergerak. Kami mencoba menolong dua orang itu yang secepatnya dibawa ke rumah sakit, tapi kemudian api membesar," jelasnya.

Misi PBB di Kongo mengatakan telah mengirim tim penyelamat dengan dua pemadam kebakaran untuk membantu pemerintah Kongo.

Kecelakaan pesawat sering terjadi di negara Afrika Tengah itu karena buruknya perawatan pesawat dan standar keamanan yang rendah. Tak ada maskapai komersial Kongo termasuk Busy Bee yang diizinkan terbang ke wilayah udara Uni Eropa karena masalah keamanan. [pan]

Baca juga:
Bank Dunia Turun Tangan Atasi Wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo
Potret Pengungsi Korban Kekerasan Etnis di Kongo
Menengok Kehidupan Kera Bonobo, Kerabat Terdekat Manusia di Kongo
Aksi Pasukan TNI di Luar Negeri yang Tak Bisa Dilakukan Negara Lain
Pasukan Garuda TNI Berhasil Damaikan Konflik Berdarah 2 Suku di Kongo
Deretan Jenderal TNI dengan Pengalaman Tempur Menegangkan saat Perang

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini