Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Perawat di rumah sakit Israel dilarang berbahasa Arab

Perawat di rumah sakit Israel dilarang berbahasa Arab rumah sakit israel. ©Getty

Merdeka.com - Rumah sakit Rambam Health Care Campus di Haifa, Israel, melarang perawatnya berbahasa Arab. Portal berita Arab48 melaporkan seluruh pegawai dan perawat di rumah sakit itu hanya dibolehkan berbahasa Ibrani.

"Saya ingin menegaskan bahasa yang digunakan dalam bekerja di Rambam adalah Ibrani, baik dalam percakapan maupun tulisan," kata Direktur Rambam, Rafi Beyar kepada para stafnya pekan lalu, seperti dilansir laman Al Araby, Rabu (4/4).

"Ini berlaku untuk semua bahasa dan diwajibkan. Saya ingin ini semua diterapkan di semua rapat profesional dan di ruang publik di mana pun di rumah sakit ini," ujar Beyar.

Dia menambahkan, pegawai hanya boleh memakai bahasa lain selain Ibrani jika pasien atau keluarganya meminta.

Baik Ibrani dan Arab merupakan bahasa nasional Israel.

Menurut laporan, sekitar 4.000 pegawai di rumah sakit itu sepertiganya berbahasa Arab atau Rusia sebagai bahasa ibu mereka.

Namun aturan baru ini membuat pegawai dari warga Arab berang. Sebanyak 20 persen penduduk Kota Haifa adalah warga Arab.

"Arab masih menjadi bahasa resmi di Israel. Tidak ada alasan bagi pegawai Arab dilarang memakai bahasa mereka ketika bekerja," kata seorang karyawan rumah sakit.

Larangan ini menjadi bagian dari upaya sektor bisnis mengenyahkan bahasa Arab.

Laman Arab48 tiga hari lalu melaporkan sebuah kedai kopi di Kota Arad juga melarang para pekerjanya memakai bahasa Arab kepada pengunjung.

(mdk/pan)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP