Pengakuan Polisi Hong Kong yang Tembak Demonstran dengan Peluru Tajam

Kamis, 3 Oktober 2019 07:35 Reporter : Pandasurya Wijaya
Pengakuan Polisi Hong Kong yang Tembak Demonstran dengan Peluru Tajam Bentrokan demonstran dan polisi di Hong Kong. ©2019 REUTERS/Tyrone Siu

Merdeka.com - Polisi Hong Kong yang melepaskan tembakan ke seorang demonstran mahasiswa mengaku dia melakukan itu karena nyawanya terancam.

Dua hari lalu demonstrasi besar-besaran di Hong Kong termasuk yang terparah di saat China merayakan Hari Nasional ke-70 Partai Komunis China dengan parade militer.

Sejumlah bentrokan tersebar di beberapa titik di Hong Kong. Demonstran melempar batu dan bom molotov ke arah aparat keamanan. Polisi membalas dengan tembakan gas air mata, peluru karet, dan meriam air.

Di distrik Tsuen Wan seorang polisi melepaskan tembakan dalam jarak dekat ke dada Tsang Chi-kin, 18 tahun, ketika timnya diserang demonstran bersenjata pentungan besi dan payung.

Polisi mengatakan petugas itu takut nyawanya terancam seperti juga rekannya yang melepaskan lima tembakan peringatan dari pistol mereka untuk menghadapi demonstran yang kian beringas.

"Dalam waktu yang singkat itu dia mengambil keputusan dan menembak si demonstran," kata kepala polisi Stephen Lo, seperti dilansir laman Channel News Asia, Selasa (2/10).

Namun kelompok pengunjuk rasa itu menyerang balik dengan mengatakan si petugas sudah melanggar batas karena menarik pistol dan melepaskan tembakan. Mereka juga mengecam tindakan aparat yang melepaskan tembakan peluru tajam.

"Hong Kong sudah jatuh menjadi negara polisi," ujar aktivis pro-demokrasi Joshua Wong dalam kicauannya di Twitter. "Pasukan paramiliter sudah mengambil alih kota ini sepenuhnya."

Peristiwa dua hari lalu itu adalah pertama kalinya seorang demonstran ditembak dengan peluru tajam setelah unjuk rasa berlangsung sejak empat bulan lalu.

Penembakan itu terekam lewat video dan langsung viral di media sosial.

Sekelompok besar demonstran, termasuk pegawai kantoran berkerumun di sebuah taman dan mulai berjalan menuju kawasan komersial sambil menyerukan slogan anti-polisi dan anti-pemerintah.

Ratusan siswa juga menggelar unjuk rasa di sekolahnya Tsang, demonstran yang ditembak polisi.

"Tidak ada perusuh, yang ada hanya tirani," teriak mereka.

Tsang yang terekam ingin menghantam si polisi dengan pentungan ketika dia ditembak akhirnya dilarikan ke rumah sakit terdekat dalam kondisi kritis. Tapi aparat kemudian mengatakan kondisinya kini sudah berangsur membaik.

"Menurut informasi terbaru dari pihak rumah sakit, kondisi demonstran itu sudah stabil," kata pernyataan pemerintah Hong Kong.

Baca Selanjutnya: Pertama Kalinya Demonstran Ditembak dengan...

Halaman

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Protes Hong Kong
  3. Hong Kong
  4. Jakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini