Peneliti temukan kota Maya dan peradabannya di Guatemala

Minggu, 4 Februari 2018 14:54 Reporter : Fellyanda Suci Agiesta
Peneliti temukan kota Maya dan peradabannya di Guatemala bangunan bangsa mayan. ©2018 putniknews.com

Merdeka.com - Peneliti menemukan peradaban Maya di Guatemala, Amerika Tengah. Mereka menemukan lebih dari 60.000 struktur bangunan seperti piramid, istana dan jalan setapak dengan menggunakan teknologi laser penetrasi.

Teknologi laser yang disebut LiDAR (pendeteksi cahaya dan pengukuran jarak) itu digunakan untuk memetakan lahan seluas 2.100 kilometer persegi di Cagar Biosfer Maya, di Petel, Guatemala. Mereka mengungkap jaringan kota kuno yang ternyata saling terhubung dengan jalan raya dan irigasi.

"Gambar LiDAR menjelaskan bahwa seluruh wilayah ini adalah sistem pemukiman yang skala dan populasi penduduknya terlalu diremehkan," kata Arkeolog Ithaca College dan National Geographic Explorer, Thomas Garrison.

bangunan bangsa mayan 2018 putniknews.com

Penemuan ini tentu mengubah semua yang peneliti ketahui tentang peradaban Maya, yang membuktikan bahwa peradaban Maya sangat maju dengan populasi diperkirakan mencapai 10-15 juta.

"Kami sudah sombong dengan menyatakan bahwa peradaban kompleks ini tidak bisa berkembang di daerah tropis, karena daerah tropis adalah tempat peradaban mati. Tapi dengan bukti berbasis LiDAR dari Amerika Tengah dan Angkor War, kita harus mempertimbangkan bahwa masyarakat kompleks mungkin sudah terbentuk di daerah tropis dan membuat mereka keluar dari sana," kata rekan peneliti Marcello Canuto, dilansir dari laman Sputnik News, Minggu (4/2).

Selain itu, peneliti juga menemukan dinding pertahanan, benteng, dan lapangan yang memperlihatkan betapa luasnya dan sistematisnya peperangan saat itu. Dari situlah mereka menentukan bahwa kota Maya merupakan kota terbesar. Bahkan empat kali lebih besar dari Candi Tikal di Guatemala.

Para peneliti menyimpulkan bahwa dinasti kerajaan dikenal dengan Raja Ular yang memerintah di daerah yang membentang antara Meksiko dan Belize ke Guatemala, setelah menaklukan Tikal pada tahun 562.

Proyek selama tiga tahun ini diperkirakan akan memetakan lebih dari 14.000 kilometer persegi Guatemala. [dan]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini