Pemerintah Bayangan Myanmar Sambut Baik Seruan Penghentian Kekerasan oleh Militer

Minggu, 25 April 2021 13:05 Reporter : Pandasurya Wijaya
Pemerintah Bayangan Myanmar Sambut Baik Seruan Penghentian Kekerasan oleh Militer Aksi lilin solidaritas untuk Myanmar. ©Liputan6.com/Faizal Fanani

Merdeka.com - Pemerintah bayangan Myanmar yang terdiri dari para anggota parlemen yang tersisih lantaran kudeta militer menyambut baik gagasan para pemimpin negara ASEAN untuk mengakhiri kekerasan militer di Myanmar setelah pertemuan KTT ASEAN dengan pemimpin junta Jenderal Min Aung Hlaing di Jakarta kemarin.

Min Aung menghadiri KTT ASEAN di Jakarta bersama 10 pemimpin negara Asia Tenggara untuk membahas krisis Myanmar.

Laman Channel News Asia, Minggu (25/4), sejak militer mengambil alih kekuasaan dari pemimpin sipil Aung San Suu Kyi pada 1 Februari lalu, Myanmar mengalami krisis yang diwarnai unjuk rasa setiap hari dan pembangkangan sipil yang dibalas aparat dengan tindak kekerasan.

Aparat keamanan sejauh ini sudah menewaskan lebih dari 700 orang, kata kelompok pemantau Asosiasi Bantuan Tahanan Politik (AAPP).

Pertemuan KTT ASEAN menghasilkan konsensus untuk "segera mengakhiri kekerasan di Myanmar secepatnya," kata pernyataan ASEAN Sabtu malam.

ASEAN juga akan mengutus perwakilan khusus untuk "memfasilitasi mediasi" di antara berbagai pihak dan perwakilan khusus ini akan dibolehkan mengunjungi Myanmar.

Juru bicara dari pemerintahan bayangan yang sebagian besar berasal dari anggota Partai Liga Nasional untuk Demokrasi kemarin menyambut baik seruan penghentian kekerasan di Myanmar.

"Inilah yang selama ini diserukan oleh Pemerintah Persatuan Nasional (NUG)," kata Menteri Kerja Sama Internasional yang dikenal dengan nama Dr Sasa dan saat ini masih berada di tempat persembunyian bersama para anggota parlemen lain.

"Kami tidak sabar menanti keterlibatan sekjen ASEAN. Kami menantikan tindakan konkret dari ASEAN untuk menindaklanjuti keputusan itu dan mengembalikan demokrasi dan kebebasan bagi rakyat kami dan di kawasan."

Para anggota parlemen dari NUG kini sedang diburu oleh junta dengan alasan pengkhianatan negara. [pan]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini