Pembocor Rahasia Kedua Ungkap Skandal Trump dengan Presiden Ukraina

Selasa, 8 Oktober 2019 19:03 Reporter : Merdeka
Pembocor Rahasia Kedua Ungkap Skandal Trump dengan Presiden Ukraina donald trump. ©Reuters

Merdeka.com - Seorang pembocor rahasia(whistleblower) kedua terkait skandal antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mencuat ke permukaan.

Kabar itu diungkapkan Mark Zaid, pengacara yang mewakili seorang pembocor pertama yang memicu proses penyelidikan pemakzulan terhadap Trump, seperti dikutip dari BBC, Senin (7/10).

Zaid mengungkap, pembocor kedua kedua juga merupakan pejabat intelijen. Sama seperti pengungkap pertama, ia turut melaporkan dugaan skandal kepada Inspektur Jenderal Komunitas Intelijen AS Michael Atkinson.

Di samping fakta eksistensi seorang pembocor kedua, Mark Zaid tidak membeberkan lebih lanjut perihal skandal tersebut.

Namun, Zaid mengatakan orang tersebut memiliki pengetahuan langsung tentang tuduhan terkait dengan panggilan telepon yang dibuat Trump dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky pada 25 Juli.

Penyelidikan pemakzulan Donald Trump, yang digagas oleh DPR AS yang dikuasai partai oposisi Demokrat, dipicu oleh pelaporan awal dari pembocor rahasia pertama pada Agustus 2019.

Pada hari Jumat, the New York Times melaporkan bahwa orang kedua sedang mempertimbangkan untuk maju ke hadapan komisi investigasi pemakzulan di DPR AS --yang dipimpin Adam Schiff-- untuk menyampaikan "informasi yang lebih aktual" perihal peristiwa yang berkaitan dengan sambungan telepon Trump - Zelensky.

Namun, pengungkap kedua tersebut belum secara resmi mengumumkan akan menghadap ke komisi investigasi pemakzulan di DPR AS.

Zaid tidak menjelaskan apakah pengungkap kedua adalah kliennya.

Pengacara pribadi Donald Trump, Rudy Giuliani, yang ikut terseret dalam penyelidikan tersebut, mengatakan dalam cuitannya di Twitter, dia tidak terkejut ada "sumber rahasia" lain. Ia juga mengecam penyelidikan yang ia sebut bermotif politik.

Reporter: Rizki Akbar Hasan

Sumber: Liputan6.com [pan]

Topik berita Terkait:
  1. Donald Trump
  2. Amerika Serikat
  3. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini