Pebasket Ditukar Penjual Senjata, AS-Rusia Sepakat Tukar Tahanan

Jumat, 9 Desember 2022 15:58 Reporter : Pandasurya Wijaya
Pebasket Ditukar Penjual Senjata, AS-Rusia Sepakat Tukar Tahanan Brittney Griner. ©AFP

Merdeka.com - Pebasket perempuan Amerika Serikat Brittney Griner dibebaskan dari tahanan setelah ditukar dengan mantan penjual senjata asal Rusia Viktor Bout. Presiden AS Joe Biden mengatakan Griner sudah dalam perjalanan pulang ke AS kemarin.

Pertukaran tahanan ini disepakati setelah selama beberapa bulan kedua pihak terlibat pembicaraan "panas" menyusul invasi Rusia ke Ukraina sejak Februari lalu.

Di saat Griner sedang dalam perjalanan pulang ke Texas, Bout tiba di Moskow kemudian memeluk ibu dan istrinya setelah turun dari pesawat, seperti yang terlihat di tayangan televisi.

Griner yang ditahan sepekan sebelum invasi Rusia ke Ukraina, berangkat dari penjara ke Moskow kemudian ke bandara Abu Dhabi, Uni Emirat Arab dan kemudian pertukaran terjadi di sana. Kedua orang itu saling berpapasan di landasan pacu, kata pejabat AS.

"Dia aman, dia sudah di pesawat, dia sedang dalam perjalanan pulang setelah berbulan-bulan ditahan di Rusia dalam kondisi yang tidak mengenakkan," kata Biden kepada wartawan di Gedung Putih. "Ini adalah hari yang kami tunggu-tunggu sejak lama. Kami tidak pernah berhenti berupaya agar dia bebas."

Dilansir dari laman Al Arabiya, Jumat (9/12), Rusia menolak keinginan Biden untuk membebaskan Paul Whelan, mantan marinir yang ditahan di Rusia sehingga Biden hanya bisa memilih Griner. Biden mengatakan pihak Rusia memperlakukan Whelan secara berbeda, tanpa merinci lebih jauh.

"Pilihan yang ada adalah satu atau tidak sama sekali," kata Menteri Luar Negeri Antony Blinken kepada CBS News. "Dan presiden memutuskan setidaknya kita bisa memulangkan Brittney sekarang dan kita akan lanjutkan untuk berusaha memulangkan Paul juga."

Griner, 32 tahun, adalah peraih medali emas Olimpiade dua kali dan bintang klub Phoenix Mercury di WNBA. Dia ditangkap 17 Februari di Bandara Moskow setelah kartrid vape yang dia miliki mengandung minyak ganja yang dilarang di Rusia. Benda itu ditemukan di kopernya. Griner kemudian divonis sembilan tahun penjara pada 4 Agustus lalu.

2 dari 2 halaman

Kementerian Luar Negeri Rusia mengatakan mereka menukar Griner untuk Bout, 55 tahun, warga Rusia yang pada 2012 silam divonis 25 tahun penjara oleh pengadilan AS akibat kasus penjualan senjata. Selama dua dasawarsa Bout adalah penjual senjata terkenal yang mengedarkan persenjataan ke sejumlah negara, kelompok pemberontak, dan bos perang di Afrika, Asia, dan Amerika Selatan.

"Saya sudah pulang. Itu yang penting," ujar Bout di televisi Rusia seraya mengatakan dia tidak diberitahu sebelumnya akan dibebaskan.

"Tengah malam mereka membangunkan saya dan mengatakan 'berkemaslah'," kata dia.

Pertukaran tahanan ini adalah peristiwa kerja sama antara Washington dan Moskow yang jarang sekali terjadi sejak invasi Rusia ke Ukraina. Kedua negara juga sempat bertukar tahanan pada April lalu ketika Rusia membebaskan mantan marinir AS Trevor Reed dan AS membebaskan pilot Rusia Konstantin Yaroshenko.

Gedung Putih mengatakan kesepakatan untuk menukar tahanan terjadi dalam 48 jam terakhir setelah Biden membuat keputusan untuk menukar Bout dalam beberapa pekan terakhir. Kondisi untuk membuat Bout akhirnya dibebaskan belum rampung sampai kemarin setelah pejabat AS di Uni Emirat Arab memastikan Griner sudah tiba di negara itu.

Bout sebelumnya adalah orang paling dicari di dunia sebelum ditangkap pada 2008 di Thailand setelah agen intelijen AS merekam aktivitasnya yang hendak menjual rudal ke kelompok gerilyawan Kolombia. [pan]

Baca juga:
Putin: Kami Tidak Akan Pakai Senjata Nuklir Kecuali Diserang Lebih Dulu
Putin Kendarai Sendiri Mobil Mercedes di Jembatan Crimea yang Dibom Ukraina
Telah Terkubur 50.000 Tahun, Ini 4 Fakta Ilmuwan Hidupkan Kembali 'Virus Zombie'
Penyesalan Putin dan Isyarat Kapan Berakhirnya Perang di Ukraina
Pentagon Pertimbangkan Tawarkan Boeing untuk Buat Bom Bantu Ukraina
Amerika Serikat Akui Kehebatan Senjata dan Militer Rusia
AS Gencar Produksi Senjata Hipersonik untuk Kejar Rusia dan China
Operasi Diamond, Misi Israel Curi Jet Tempur Tercanggih Buatan Uni Soviet

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini