Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

PBB: Pembersihan etnis terhadap Rohingya masih berlangsung

PBB: Pembersihan etnis terhadap Rohingya masih berlangsung Pengungsi Rohingya. ©2018 Merdeka.com/Ramadhian Fadillah

Merdeka.com - Pejabat Perserikatan Bangsa-Bangsa di Bangladesh, Andrew Gilmour, hari ini mengatakan 'pembersihan etnis' dilakukan militer Myanmar terhadap warga muslim Rohingya masih terus berlangsung. Kekerasan terjadi enam bulan lalu menyebabkan hampir 700 ribu warga Rohingya mengungsi ke Bangladesh.

"Menurut saya kita tidak punya kesimpulan lain dari apa yang sudah saya lihat dan dengar di Cox Bazar (Bangladesh)," kata Gilmour dalam pernyataannya setelah dia melawat ke Cox Bazar selama empat hari, seperti dilansir laman Arab News, Selasa (6/3).

Militan Rohingya menyerang 30 pos polisi dan sebuah pangkalan militer pada 25 Agustus lalu dan serangan itu dibalas dengan penyerbuan ke desa-desa Rohingya.

Para pengungsi Rohingya di Bangladesh menceritakan kekejaman militer Myanmar terhadap mereka. Cerita seputar pemerkosaan, pembakaran, pembunuhan, disampaikan para pengungsi. PBB menyebut peristiwa ini sebagai 'pembersihan etnis'.

"Tampaknya kekerasan sistematis dan meluas terhadap Rohingya masih berlangsung," kata Gilmour.

"Pola kekerasan yang terjadi sudah berubah dari yang tadinya pertumpahan darah dan pemerkosaan massal menjadi teror yang lebih lunak serta membuat mereka kelaparan supaya warga yang masih tinggal ikut mengungsi ke Bangladesh," kata Gilmour.

Juru bicara pemerintah Myanmar Zaw Htay mengatakan dia belum membaca pernyataan PBB yang dirilis hari ini. Namun dia tetap membantah soal pembersihan etnis.

"Kami tidak memaksa mereka mengungsi," bantah dia.

Badan PBB urusan pengungsi, UNHCR, mengatakan warga Rohingya yang masih berada di Myanmar di perbatasan dengan Bangladesh kondisinya mengkhawatirkan.

(mdk/pan)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP