Paus Fransiskus Pilih 13 Kardinal Baru, Salah Satunya dari Indonesia

Senin, 2 September 2019 18:14 Reporter : Merdeka
Paus Fransiskus Pilih 13 Kardinal Baru, Salah Satunya dari Indonesia Uskup Agung Jakarta Mgr Ignatius Suharyo. ©2012 Merdeka.com

Merdeka.com - Paus Fransiskus kemarin secara mengejutkan menunjuk 13 kardinal baru, termasuk salah satunya dari Indonesia.

Mgr Ignatius Suharyo Hardjoatmodjo, uskup agung dari Jakarta terpilih menjadi salah satu kardinal yang dipilih oleh Paus Fransiskus dari Indonesia.

Sepuluh dari kardinal terpilih berusia di bawah 80 tahun dan suatu hari nanti salah satu dari mereka dapat menggantikan Paus.

Dilansir dari Reuters, Senin (2/9), uskup yang terpilih di antaranya uskup agung dari Kuba, Republik Demokratik Kongo, Indonesia, dan Guatemala, yang akan diangkat pada upacara yang dikenal sebagai konsistori pada 5 Oktober mendatang.

Sepuluh kardinal yang berusia di bawah 80 tahun dan memenuhi syarat dapat memilih dalam konklaf setelah Paus yang kini berusia 82 tahun meninggal atau pensiun. Kardinal memiliki hak untuk mencari pengganti paus yang baru. Tiga dari 13 yang terpilih lainnya berusia di atas 80 tahun sehingga tidak dapat mengikuti konklaf tetapi diberikan hak istimewa karena pelayanan istimewa kepada gereja, seperti dikutip dari CBD (2/9).

Calon kardinal tersebut memiliki reputasi sebagai progresif dalam masalah sosial seperti imigrasi.

Pada misa mingguan yang siarkan secara langsung, Paus sempat mengalami keterlambatan 10 menit akibat terjebak di dalam lift dan harus diselamatkan oleh petugas pemadam kebakaran.

Para kardinal diumumkan di jendela studionya yang menghadap Lapangan Santo Petrus di Kota Vatikan.

Mgr Suharyo lahir di Sedayu, Bantul, Yogyakarta, pada 9 Juli 1950. Awalnya tidak berkeinginan untuk menjadi seorang pastor, dia memiliki cita-cita sebagai polisi. Namun keinginannya berubah setelah bertemu seorang pastor.

Tahun 1961, Suharyo masuk Seminari Menengah Mertoyudan di Magelang dan berkeinginan menjadi imam yang religius. Keinginan ini muncul terinspirasi dari kakaknya.

Cita-citanya sempat hampir sirnah karena harus mengejar seminari tinggi selamanya. Namun, dia ditunjuk menjadi Uskup Agung Semarang menggantikan Mgr Julius Darmaatmadja SJ yang pindah ke Keuskupan Agung Jakarta.

Pada 29 Juni 2010, Suharyo ditunjuk sebagai uskup Agung Jakarta menggantikan Kardinal Julius Darmaatmadja SJ yang pensiun pada Juli 2009.

Seorang kardinal ditunjuk langsung oleh Paus menjadi anggota dewan kardinal. Tugasnya adalah menghadiri rapat dewan suci dan siap sedia untuk hadir, baik secara pribadi maupun bersama-sama saat Paus membutuhkan nasihat.

Fungsi terpenting kardinal adalah memilih Paus baru bila terjadi kekosongan pada takhta keuskupan Roma karena kematian atau pensiun.

Kardinal wajib menghadiri konklaf pada hari kematian Paus.

Beberapa uskup yang dipilih berasal dari negara-negara berkembang. Dua di antaranya dari negara mayoritas muslim yaitu Maroko dan Indonesia.

Reporter Magang: Ellen RiVeren [pan]

Topik berita Terkait:
  1. Paus Fransiskus
  2. Vatikan
  3. Jakarta
Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini