Parlemen Irlandia Setujui Undang-Undang Pelegalan Aborsi

Jumat, 14 Desember 2018 11:00 Reporter : Ira Astiana
Parlemen Irlandia Setujui Undang-Undang Pelegalan Aborsi Ilustrasi aborsi. ©Shutterstock.com/Dr. Cloud

Merdeka.com - Rancangan undang-undang yang mengatur pelegalan aborsi di Irlandia telah melewati semua tahapan Oireachtas atau parlemen. Kini, RUU tersebut sudah bisa diteruskan untuk kemudian diubah menjadi undang-undang.

"Pada Kamis (13/12) malam, laporan dan tahap akhir dari RUU ini sudah disahkan oleh Seanad (Senat Irlandia). Sekarang RUU tentang pelegalan aborsi ini akan diberikan kepada presiden untuk ditandatangani menjadi undang-undang," demikian dilaporkan Irish Broadcaster RTE, dikutip dari BBC, Jumat (14/12).

Seanad menghabiskan waktu sekitar sembilan jam untuk memperdebatkan RUU tersebut pada malam kemarin. Hasil dari rapatnya disambut baik oleh Menteri Kesehatan Irlandia Simon Harris. Dia pun menunjukkan dukungannya terhadap perkembangan terbaru ini melalui ciutan di akun Twitter.

Undang-undang ini mengatur tindakan aborsi bagi ibu hamil bisa dilakukan sesuai permintaan hingga minggu ke-12 masa kehamilan. Namun, aborsi baru bisa dilakukan dalam kasus kelainan janin yang fatal atau saat kesehatan fisik dan mental ibu ada dalam bahaya.

Pengantar RUU tahap pertama ini diajukan pada Oktober. Ada beberapa perubahan kecil dalam aturannya, termasuk meninjau kembali UU tersebut setelah tiga tahun, bukan lima tahun seperti yang direncanakan semula. [ias]

Topik berita Terkait:
  1. Irlandia
  2. Aborsi
  3. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini