Pandora Papers Ungkap Rahasia Kekayaan Pemimpin Dunia, Miliuner, dan Selebritas

Senin, 4 Oktober 2021 11:19 Reporter : Pandasurya Wijaya
Pandora Papers Ungkap Rahasia Kekayaan Pemimpin Dunia, Miliuner, dan Selebritas Raja Abdullah II. ©facebook.com/Yousef Allan-King Abdullah II

Merdeka.com - Sejumlah pemimpin dunia, termasuk Raja Yordania Abdullah II, Perdana Menteri Ceko, milyuner, dan selebritas dunia terungkap memiliki aset di negeri suaka pajak, menurut penyelidikan yang dirilis International Consortium of Investigative Journalist, lembaga jurnalis investigasi nonprofit yang berbasis di Washington DC, Amerika Serikat.

Berkas penyelidikan bernama Pandora Papers itu berisi bocoran 11,9 juta dokumen dari 14 perusahaan keuangan di seluruh dunia. Penyelidikan ini melibatkan 600 jurnalis dari puluhan media.

"Bocoran dokumen ini versi lebih besar dari Panama Papers," kata Direktur ICIJ Gerard Rye dalam cuplikan video di Twitter kemarin merujuk pada dokumen Panama Papers pada 2016 yang bocor dari sebuah firma hukum di Panama dan layanan penyedia jasa keuangan.

"Dokumen ini, untuk pertama kalinya, memperlihatkan Amerika Serikat sebagai negara suaka pajak itu sendiri," jelas Rye, seperti dilansir laman France24, Senin (4/10).

Pandora Papers menjadi rangkaian dari sejumlah informasi kebocoran dokumen keuangan oleh ICIJ yang bermula dari LuxLeaks pada 2014 diikuti Panama Papers, Paradise Papers, dan FinCen.

Bocoran dokumen ini mengungkap Raja Yordania Abdullah II membuat sedikitnya 30 perusahaan di luar negeri yang mendapat keuntungan pajak dan dengan perusahaan itu dia membeli 14 properti mewah di AS dan Inggris senilai lebih dari USD 106 juta.

BBC mengutip pengacara Raja Abdulllah yang mengatakan seluruh properti itu dibeli dengan uang sendiri dan menurutnya sudah biasa bagi seorang pejabat penting untuk membeli properti melalui perusahaan di luar negeri dengan alasan keamanan.

Perdana Menteri Republik Ceko Andrej Babis juga memiliki harta senilai USD 22 juta di perusahaan cangkang yang dipakai untuk membeli Chateau Bigaud, properti mewah di Mpugins, selatan Prancis.

Dokumen rahasia ini juga membeberkan perjanjian di luar negeri antara Presiden Ukraina, Kenya, dan Ekuador, serta mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair. Selain itu juga tercatat ada aktivitas keuangan dari milyuner Rusia yang dekat dengan Presiden Vladimir Putin dan ratusan orang tajir lainnya yang berasal dari AS, Turki, dan sejumlah negara lain.

Secara total ICIJ menemukan hubungan antara sekitar 1.000 perusahaan di negara suaka pajak dengan 336 pejabat tinggi politik, termasuk pemimpin negara, menteri, duta besar dan lainnya.

Maxime Vaudano, jurnalis di harian Prancis, Le Monde, salah satu rekanan ICIJ, mengatakan temuan terpenting dari Pandora Papers ini adalah banyaknya sejumlah politisi yang namanya ada di dokumen itu.

"Jumlahnya lebih dari dua kali lipat dari Panama Papers," kata Vaudano.

"Temuan besar lainnya adalah fakta bahwa ada lokasi suaka pajak baru yang tidak kita tahu sebelumnya, termasuk Amerika Serikat."

Sebagian besar negara, kata ICIJ, tidak melarang seseorang memiliki aset di luar negeri atau memakai perusahaan cangkang untuk melakukan bisnis.

Dokumen Pandora Papers ini memuat sejumlah nama perusahaan jasa keuangan yang berlokasi di British Virginia Island, Panama, Belixe, Siprus, Uni Emirat Arab, Singapura, Swiss.

Selain politisi, ada nama sejumlah figur publik juga dalam dokumen itu seperti selebritas penyanyi Kolombia Shakira, model Jerman Claudia Schiffer dan legenda kriket India Sachin Tendulkar. [pan]

Baca juga:
Jurnalis pelopor pembongkar skandal Panama Papers tewas dibom dalam mobil
Sadis, jurnalis pembongkar kasus korupsi di Malta tewas dibom
Menkeu sebut informasi Panama Papers jilid II tidak lengkap
Mossak Fonseca gugat konsorsium jurnalis usai bocorkan Panama Paper
Nama Messi tak tersangkut skandal 'Panama Papers'
Tax Amnesty alot, Menkeu belum periksa pengusaha di Panama Papers
Negara suaka pajak masih ogah membuka diri
ICIJ segera rilis data Panama Papers 'Jilid 2', jauh lebih masif!

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini