Israel diduga menggunakan Azerbaijan daratan dan daerah kantong Nakhchivan sebagai pangkalan operasional.
Sejak serangan Israel pada 13 Juni terhadap Iran, sejumlah analis dan pakar Iran mengklaim bahwa pemerintah Israel menggunakan wilayah Azerbaijan untuk melakukan sejumlah serangan udara.
Salah satu analis tersebut, Ehsan Movahedian, mengatakan kepada Armenpress bahwa ia memiliki bukti yang mendukung klaim tersebut. Ia merupakan pakar Kaukasus Selatan dan sarjana hubungan internasional di Universitas Allameh Tabataba'i (ATU) Teheran.
Movahedian mengutip laporan saksi mata tentang UAV (pesawat nirawak/drone) yang memasuki wilayah udara Iran dari Azerbaijan.
Advertisement
Saksi mata
“Banyak analis dan orang dalam militer menekankan bahwa Israel menggunakan wilayah Azerbaijan untuk meluncurkan pesawat nirawak dan menyerang target di Iran. Pertahanan udara Iran di Bandar Anzali yang terletak di pantai Laut Kaspia juga mencegat sejumlah drone kecil dua malam lalu (21 Juni).
Saksi mata di Parsabad, Moghan melaporkan melihat drone melintasi perbatasan dari Republik Azerbaijan ke Iran. Jet tempur F-35 yang menargetkan televisi pemerintah Iran juga berusaha melintasi perbatasan dekat Julfa,” kata dia dalam komentar tertulisnya, seperti dilansir Massis Post, Senin (23/6).
Menurut Movahedian, Israel diduga menggunakan Azerbaijan daratan dan daerah kantong Nakhchivan sebagai pangkalan operasional.
Dalam sebuah unggahan di X (sebelumnya Twitter), Movahedian membagikan gambar yang ia jelaskan sebagai tangki bahan bakar yang dibuang dari jet tempur Israel yang ditemukan di pantai Laut Kaspia di Ramsar, Iran.
Ia berkomentar, “Orang mungkin bertanya, Israel terletak di sebelah barat Iran, jadi apa yang dilakukannya di utara? Jawabannya terletak di Baku, yang telah menjadi cabang kedua rezim Zionis di wilayah tersebut. Setelah masalah rezim Israel ditangani, kejahatan Baku juga harus ditangani,” tulis dia.
Pada 14 Juni, selama percakapan telepon dengan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi, Menteri Luar Negeri Azerbaijan Jeyhun Bayramov membantah tuduhan tersebut dengan menyatakan bahwa Baku tidak akan membiarkan wilayahnya digunakan untuk menyerang Iran.
Reporter Magang: Devina Faliza Rey