Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Myanmar batasi jalur pengiriman bantuan buat orang Rohingya

Myanmar batasi jalur pengiriman bantuan buat orang Rohingya Pengungsi Rohingya di Bangladesh. ©Reuters/Mohammad Ponir Hossain

Merdeka.com - Pemerintah Myanmar berkeras membantah bahwa pihaknya melarang para relawan memberi bantuan untuk warga Muslim Rohingya di Negara Bagian Rakhine. Mereka berdalih pihak berwenang di lapangan membatasi akses karena masalah keamanan.

"Kami tidak memblokir siapa pun. Kami tidak memblokir organisasi yang mengirimkan bantuan ke daerah tersebut. Namun mereka mungkin mengalami kesulitan di perjalanan di mana akses dibatasi oleh pemerintah daerah karena alasan keamanan," kata juru bicara pemerintah Myanmar, Zaw Htay, seperti dilansir dari laman Channel News Asia, Jumat (15/9).

Pernyataan tersebut dikeluarkan saat Deputi Asisten Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Patrick Murphy meminta akses lebih luas untuk mengunjungi wilayah konflik tersebut agar bisa menyampaikan keprihatinan dari Washington untuk warga Muslim Rohingya.

Namun Htay enggan merinci apakah pihaknya telah menerima permintaan dari Murphy dan akankah pemerintah memenuhi permintaan tersebut.

Sementara itu, Menteri Kesejahteraan Sosial Myanmar, Win Myat Aye, mengatakan bahwa tidak ada kelompok bantuan independen asing yang boleh mendapatkan akses ke wilayah konflik. Namun dia menolak untuk mengatakan apakah itu bentuk lain dari pemblokiran.

"Ini adalah kebijakan yang telah diatur pemerintah," ungkapnya.

Krisis kemanusiaan di Myanmar memang mencuri perhatian dunia belakangan ini. Terlebih ketika 400.000 warga Muslim Rohingya diketahui melarikan diri dari negaranya karena kerap menerima kekejaman dari pasukan pemerintah. Bahkan PBB menyebut saat ini negara tersebut tengah melakukan pembersihan etnis.

Pemimpin Myanmar Aung San Suu Kyi juga menerima banyak kritikan dari berbagai kalangan internasional karena tidak berbuat apapun untuk menghentikan kekerasan tersebut. Malahan, kampanye penyiksaan terhadap kaum Rohingya di Myanmar semakin gencar dilakukan. (mdk/ary)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP