Muslim dan homoseksual dilarang keras masuk ke desa ini
Merdeka.com - Sebuah desa di Hungaria melarang penggunaan baju muslim dan panggilan untuk berdoa. Ini merupakan bentuk 'perang melawan budaya Muslim' di sana.
"Kami secara utama terbuka dengan orang-orang (pendatang) dari barat Eropa, mereka adalah orang-orang yang tidak suka tinggal dalam keberagaman sosial. Kami tidak suka menarik warga muslim ke sini," ujar Gubernur Asotthalom Laszlo Toroczkai, seperti dikutip dari radio BBC, Selasa (7/2).
Menurut Toroczkai, sangat penting bagi mereka untuk melestarikan tradisi.
"Ini sangat penting bagi desa untuk melestarikan tradisi. Jika sejumlah besar umat Muslim tiba di sini, mereka tidak mampu bergabung dalam komunitas Kristen di sini," katanya.
Krisis pengungsi yang terjadi di Eropa meningkatkan sentimen anti-imigran di Benua Biru tersebut, salah satunya di Hungaria. Setidaknya, sekitar lebih dari 10 ribu orang menyeberang dari perbatasan yang hanya berjarak beberapa menit dari Asotthalom, mereka dari Hungaria menuju Serbia, setiap harinya.
Sebenarnya, larangan yang diberikan hanya tidak boleh menggunakan pakaian muslim, seperti hijab, niqab dan burka, bahkan peci, dan juga panggilan beribadah.
Rupanya tak hanya muslim yang dilarang di sana, para kaum homoseksual juga tidak boleh tinggal di wilayah itu. Alasannya, mereka tidak ingin pasangan sejenis merusak budaya yang ada di desa itu.
"Saya ingin Eropa menjadi milik warga Eropa, Asia milik orang Asia, dan Afrika milik Afrika. Sesederhana itu," pungkasnya.
(mdk/tyo)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya