Misteri hilangnya jurnalis pengkritik pemerintah guncang hubungan Saudi-Turki
Merdeka.com - Misteri hilangnya jurnalis Arab Saudi Jamal Khashoggi kian memperburuk hubungan antara Turki dan Arab Saudi. Pejabat TUrki mengatakan dia masih berada di dalam Konsulat Saudi di Istanbul sedangkan pemerintah Saudi dalam pernyataan mengatakan dia sudah meninggalkan tempat itu sehari sebelumnya.
Khashoggi, 59 tahun, adalah komentator terkemuka untuk harian the Washington Post di bagian Opini Global dan belakangan kerap mengkritik kepemimpinan Saudi. Tunangan Khashoggi mengatakan kekasihnya itu sedang mengurus dokumen di konsulat Selasa lalu untuk mempersiapkan pernikahannya. Sejak itu dia raib.
Dilansir dari laman the Washington Post, Jumat (5/10), juru bicara kepresidenan Turki, Ibrahim Kalin, mengatakan dalam konferensi di televisi Rabu lalu, pihaknya mendapat informasi warga Saudi itu masih berada di konsulat Saudi di Istanbul untuk dimintai keterangan.
Kalin khawatir penahanan ilegal terhadap Khashoggi ini bisa berdimensi hukum internasional. Hal ini juga berhubungan dengan hukum di Turki.
Namun sebuah surel dari pemerintah Saudi awal Rabu lalu menyebut laporan Khashoggi hilang itu palsu.
"Kashoggi mengunjungi konsulat untuk meminta dokumen buat status pernikahan dan mengurus kepergiannya dari Turki," kata pernyataan pemerintah Saudi
Konsulat Saudi di Istanbul juga mengatakan mereka tengah menelusuri laporan media yang menyebut warga Saudi Jamal Khashoggi hilang setelah meninggalkan gedung konsulat Saudi di Istanbul.
Pihak konsulat juga menyatakan mereka tengah menjalin kerja sama dengan tim dari Turki untuk mengungkap misteri ini.
Kementerian Luar Negeri AS Rabu lalu meminta keterangan dari pemerintah Saudi soal keberadaan Khasogghi. Sejauh ini belum ada tanggapan segera dari pihak Saudi.
Baik Turki dan Saudi berada di posisi bertentangan dalam perselisihan Negeri Petrodolar dengan Qatar sejak beberapa bulan lalu. Turki menjadi pendukung Qatar yang cukup kuat.
Khashoggi yang pernah berada di lingkaran dekat keluarga Kerajaan Saudi selama beberapa dekade, belakangan kerap menulis kritikan atas kebijakan Putra Mahkota Pangeran Muhammad bin Salman (MBS) serta mengkritik penangkapan aktivis seta mempertanyakan peran Saudi dalam perang di Yaman.
Sejak tahun lalu Khashoggi tinggal di pengasingan di AS dengan mengatakan dia takut ditangkap jika berada di Saudi.
"Saya sudah meninggalkan rumah, keluarga, dan pekerjaan, kini saya ingin bersuara," kata dia dalam kolom yang dia tulis tahun lalu.
"Jika tidak bersuara maka sama dengan mengkhianati mereka yang menderita dalam penjara," kata dia.
(mdk/pan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya