Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Meski lolos ke parlemen, kelompok ultra nasionalis AfD pecah kongsi

Meski lolos ke parlemen, kelompok ultra nasionalis AfD pecah kongsi Frauke Petry. ©REUTERS/Wolfgang Rattay

Merdeka.com - Meski meraih peringkat tiga dalam pemilihan umum dan lolos ke parlemen Jerman (Bundestag), tidak membikin Partai Alternatif untuk Jerman (AfD) semakin solid. Pimpinan partai politik beraliran ultra nasionalis sayap kanan itu malah pecah kongsi.

Dilansir dari laman Reuters, Senin (25/9), seorang pimpinan Partai AfD, Frauke Petry, malah menyatakan enggan menjadi anggota Bundestag bersama dengan sejawatnya. Dia menyatakan hal itu dalam jumpa pers digelar usai pemilihan umum.

"Saya memutuskan tidak bakal menjadi bagian dari faksi AfD di Bundestag, tetapi hanya akan menjadi anggota individu di majelis rendah," kata politikus perempuan itu.

Pernyataan Petry membikin banyak pihak bertanya-tanya. Sebab, AfD meraup sekitar 12,6 persen suara pada pemilihan umum digelar Minggu pekan lalu, dan diperkirakan mendapat jatah 88 kursi di legislatif. Apalagi, dengan pencapaian itu menjadi sejarah tersendiri dalam dunia politik Negeri Panser. Karena partai itu baru berumur empat tahun, dan menjadi satu-satunya kehadiran faksi sayap kanan yang identik dengan kelompok Neo-nazi lolos ke parlemen sejak 1961. Namun, Petry punya alasan tersendiri atas sikapnya.

"Saya pikir hal ini harus saya ungkap, karena ada perbedaan di AfD, dan saya tidak bisa menutupi ini karena masyarakat mendesak diadakan debat terbuka. Saya melakukan semua yang saya bisa supaya ide-ide di AfD bisa berjalan sejak 2013 dan benar-benar menjadi kekuatan politik," ujar Petry.

Sedangkan pimpinan AfD lain seperti Alexander Gauland maupun calon anggota parlemen mereka seperti Alice Weidel maupun Joerg Meuthen, sudah tahu alasan mengapa Petry bersikap seperti itu.

Partai itu berdiri empat tahun lalu oleh sekumpulan akademisi yang menentang keberadaan Uni Eropa. Namun, di internal mereka juga terbagi menjadi beberapa faksi.

Petry juga beberapa kali bersilang pendapat dengan sejawat partainya. April lalu dia menyatakan enggan menjadi juru kampanye AfD karena idenya buat memoles citra partai supaya lebih moderat ditentang seniornya.

Petry juga menyarankan AfD berkoalisi dengan pemerintah, sedangkan sejawatnya berkeras mereka harus berada dalam jalur oposisi, sebab partai lain menolak merangkul AfD.

Perempuan itu menyatakan AfD adalah partai berkarakter anarkis, yang kemungkinan bisa berhasil menjadi oposisi, tetapi belum tentu dilihat pemerintah. Atas alasan itu dia menolak menjadi anggota parlemen.

Petry juga sempat bersitegang dengan rekan-rekan separtai karena hendak mendepak seniornya, Bjoern Hocke. Hocke sempat membikin pernyataan kalau Monumen Holocaust Berlin hanya mempermalukan Jerman. Dia menyarankan buku sejarah ditulis ulang dan menekankan kepada penderitaan orang-orang Jerman yang ditindas Nazi. (mdk/ary)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP