Mesin rusak, Airbus A-380 Singapore Airlines putar balik
Merdeka.com - Sebuah pesawat Airbus A-380 milik maskapai Singapore Airlines harus kembali ke bandara Changi, Singapura, lantaran mengalami masalah mesin setelah tiga jam terbang. Pesawat dengan kode penerbangan SQ26 lepas landas dari Singapura pukul 00:05 hari ini menuju Kota Frankfurt, Jerman, seperti dilaporkan kantor berita Reuters, Selasa (27/3).
Pesawat itu akhirnya mendarat dengan selamat dan seluruh penumpang dipindahkan ke pesawat lain. Menurut juru bicara dari Singapore Airline, saat itu seorang kru pesawat melaporkan ada gangguan pada salah satu dari empat mesin Rolls-Royce Trent 900 dan hal itu akan segera diselidiki oleh ahli dari Inggris.
"Kami sadar dengan situasi ini dan segera bekerja sama dengan maskapai pemilik untuk menyelidiki," kata juru bicara dari Rolls-Royce.
Singapore Airlines merupakan salah satu pengguna terbesar Airbus A-380, dengan 16 unit pesawat beroperasi. Tahun ini mereka akan menambah armada sebanyak tiga unit.
Kerusakan pesawat penumpang terbesar di dunia itu tidak hanya terjadi kali ini. Di awal bulan ini Airbus mengatakan perlu lebih dari setahun untuk memecahkan masalah retakan pada sayap A-380 setelah badan keselamatan penerbangan Eropa meminta penyelidikan menyeluruh terhadap pesawat superjumbo itu. Teknisi mengatakan mereka menemukan retakan hampir di seluruh sayap pesawat yang diperiksa.
Pada 2010, salah satu mesin Airbus A-380 milik maskapai Australia, Qantas Airways, meledak di atas langit Indonesia sehingga memaksa pesawat itu untuk segera mendarat di Singapura. Alhasil, Qantas terpaksa untuk mengistirahatkan armada Airbus A-380nya selama sebulan untuk pemeriksaan. (mdk/fas)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya