Menlu Sugiono Kutuk Serangan Israel ke Qatar dalam KTT Darurat Liga Arab-OKI

Menlu Sugiono menekankan komitmen Indonesia untuk memberikan dukungan penuh kepada Qatar dalam berbagai aspek.

Teddy Tri Setio Berty
Oleh Teddy Tri Setio Berty - Reporter
Menlu Sugiono Kutuk Serangan Israel ke Qatar dalam KTT Darurat Liga Arab-OKI
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Gerindra, Sugiono (Liputan6.com/Winda Nelfira) (© 2025 Liputan6.com)

Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Sugiono, mewakili Presiden RI Prabowo Subianto, menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Darurat Arab-Islam yang diselenggarakan oleh Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) di Doha, Qatar. KTT ini diadakan sebagai respons terhadap serangan Israel ke Qatar, yang mengundang kecaman luas dari berbagai pihak di dunia internasional. Kehadiran Menlu Sugiono melanjutkan kunjungan Presiden Prabowo ke Doha dan Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, yang berlangsung pada 12 September lalu.

Solidaritas untuk Qatar dan Palestina

Dalam pidatonya, Menlu Sugiono menegaskan komitmen penuh Indonesia untuk mendukung Qatar. Ia menyatakan, "Agresi Israel minggu lalu bukan hanya pelanggaran kedaulatan Qatar, tetapi juga pelanggaran nyata terhadap hukum internasional, Piagam PBB, dan prinsip-prinsip OKI. Serangan ini adalah ancaman serius bagi perdamaian regional dan global." Selain itu, ia juga menggarisbawahi kembali dukungan Indonesia terhadap rakyat Palestina.

"Tidak akan ada perdamaian abadi tanpa solusi dua negara. Jalan menuju perdamaian tetap satu: terwujudnya negara Palestina merdeka dan berdaulat dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya," tambahnya.

Hasil dari pertemuan ini adalah Joint Communiqu yang berisi kecaman kolektif terhadap serangan Israel ke Doha, yang dianggap sebagai pelanggaran nyata terhadap kedaulatan dan hukum internasional. Dokumen tersebut juga menegaskan solidaritas terhadap Qatar serta mendukung upaya mediasi yang dilakukan oleh Qatar, Mesir, dan Amerika Serikat.

Selain itu, komunike tersebut memuat komitmen bersama untuk terus mendorong Solusi Dua Negara, dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kota Palestina. Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) yang terdiri dari 57 negara, termasuk Indonesia, didirikan pada tahun 1969. KTT Darurat di Doha ini menjadi momen penting bagi dunia Islam untuk menunjukkan kepemimpinan kolektif dalam memperjuangkan perdamaian, keadilan, dan solidaritas di kawasan.

KTT Darurat Arab-Islam ini dipimpin oleh Amir Qatar, Sheikh Tamim bin Hamad Al-Thani, dan dihadiri oleh 22 Kepala Negara dan Pemerintahan dari anggota OKI serta Liga Arab, termasuk Presiden Turki, Presiden Palestina, Presiden Iran, Perdana Menteri Arab Saudi, Perdana Menteri Pakistan, dan Perdana Menteri Malaysia.

Rekomendasi