Menlu AS dan Pangeran MBS Bahas Perlawanan terhadap Iran Melalui Telepon

Kamis, 8 Agustus 2019 15:43 Reporter : Hari Ariyanti
Menlu AS dan Pangeran MBS Bahas Perlawanan terhadap Iran Melalui Telepon Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo. Leah Millis/Reuters

Merdeka.com - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), Mike Pompeo membahas keamanan maritim, Iran dan Yaman dengan putra mahkota Arab Saudi, Pangeran Muhammad bin Salman (MBS) melalui telepon pada Rabu (7/8).

"Menlu membahas meluasnya ketegangan di wilayah dan perlunya penguatan keamanan maritim dalam rangka menggalakkan kebebasan navigasi," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri AS, Morgan Ortagus dalam sebuah pernyataan, dilansir dari laman Alaraby, Kamis (8/8).

Iran telah menyita tiga kapal tanker di perairan Teluk yang strategis dalam sebulan, dan Amerika Serikat menuduh Iran menyerang kapal-kapal di wilayah tersebut.

AS telah berjuang untuk mengumpulkan koalisi internasional untuk melindungi kapal kargo yang bepergian melalui Teluk, dengan sekutu khawatir akan terseret ke dalam konflik dengan Iran.

Ortagus juga mengatakan, Pompeo dan MBS membahas perkembangan bilateral dan regional lainnya, termasuk melawan rezim Iran termasuk melawan kegiatan destabilisasi rezim Iran.

Ketegangan antara Washington dan Teheran - musuh utama Arab Saudi - melonjak sejak Presiden AS Donald Trump menarik Amerika Serikat dari kesepakatan nuklir dengan Iran tahun lalu dan menjatuhkan sanksi.

Dua belas bulan setelah penarikan AS, Iran menanggapi dengan menangguhkan beberapa komitmennya berdasarkan kesepakatan nuklir.

Iran sementara itu menembak jatuh pesawat tanpa awak AS pada Juni, dan Trump menyerukan serangan udara balasan di detik-detik terakhir, dan AS mengklaim menembak jatuh satu unit dan kemungkinan dua pesawat tanpa awak Teheran, namun disangkal republik Islam tersebut.

Terkait isu Yaman, MBS dan Pompeo menegaskan kembali dukungan kuat mereka pada upaya Utusan Khusus PBB Martin Griffiths untuk memajukan proses politik.

Arab Saudi terlibat dalam perang berdarah di Yaman melawan Houthi yang didukung Iran, konflik yang menewaskan 10 ribu orang, sebagian besar warga sipil, kata badan bantuan.

Trump memveto resolusi kongres bulan lalu yang akan memblokir penjualan senjata ke Arab Saudi yang dikhawatirkan para pengkritik akan memperburuk perang Yaman yang menghancurkan, yang menurut PBB telah memicu krisis kemanusiaan terburuk di dunia.

Terlepas dari pemungutan suara bipartisan bulan ini yang berfungsi sebagai teguran bagi presiden - dan ekspresi kemarahan anggota parlemen atas peran Riyadh dalam pembunuhan jurnalis Saudi Jamal Khashoggi tahun lalu - upaya untuk mencegah Trump menggunakan hak vetonya gagal. [pan]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini