Melirik kekayaan fantastis sang pemimpin spiritual Iran

Rabu, 13 November 2013 07:05 Reporter : Vincent Asido Panggabean
Melirik kekayaan fantastis sang pemimpin spiritual Iran Ali Khamenei. ©latimes.com

Merdeka.com - Pemimpin spiritual Iran Ayatullah Ali Khamenei ternyata menguasai kerajaan bisnis bernilai sekitar Rp 1.098 triliun menurut sebuah penyelidikan dilakukan kantor berita Reuters selama enam bulan. Jumlah itu melebihi nilai ekspor minyak tahunan Iran saat ini.

Organisasi sedikit diketahui publik itu, bernama Setad, adalah salah satu kunci kekuasaan abadi sang pemimpin tertinggi, dan sekarang memegang saham di hampir setiap sektor industri di Iran, termasuk keuangan, minyak, telekomunikasi, produksi lahir-control pills dan bahkan peternakan burung unta, seperti dilansir Reuters, Selasa (12/11).

Setad telah membangun kerajaan dalam ribuan transaksi properti milik warga Iran dari kelompok minoritas Syiah, kalangan pebisnis, dan warga Iran tinggal di luar negeri.

Penyelidikan Reuters yang tertuang dalam tiga seri laporan itu juga memperlihatkan bagaimana Setad mengumpulkan portofolio properti yang terbengkalai melalui pengadilan Iran. Setad bahkan bisa memonopoli pengadilan untuk memerintahkan pengambilalihan properti dalam nama sang pemimpin tertinggi, dan secara teratur menjual properti yang disita di balai lelang atau berusaha untuk mengekstrak pembayaran dari pemilik aslinya.

Pada bulan Mei tahun ini saja Setad telah melelang 300 properti dengan total nilai jutaan dollar Amerika.

Nama lengkap organisasi itu dalam bahasa Persia adalah Setad Ejraiye Farmane Hazrate Emam atau Markas untuk Mengeksekusi Perintah Imam. Nama itu mengacu pada sebuah dekrit yang ditandatangani pemimpin Republik Islam Iran pertama, Ayatullah Ruhollah Khameini, tidak lama sebelum kematiannya pada 1989. Perintahnya melahirkan sebuah entitas yang dimaksudkan untuk mengelola dan menjual properti yang ditinggalkan di tahun-tahun yang kacau setelah Revolusi Islam pada 1979.

Menurut salah satu pendiri organisasi itu, Setad diciptakan untuk membantu warga miskin dan para veteran perang yang dimaksudkan beroperasi hanya untuk dua tahun.

Hampir selama seperempat abad, Setad telah berubah menjadi bisnis raksasa mencakup properti, saham-saham perusahaan, dan aset lainnya. Meski Setad mengontrol yayasan amal, namun tidak jelas berapa banyak uang yang diberikan untuk amal.

Di bawah kendali Khamenei, organisasi ini telah memperluas kepemilikan perusahaannya, membeli lusinan saham perusahaan Iran, baik swasta dan publik dengan tujuan menciptakan konglomerat Iran untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi negara itu.

Pemimpin tertinggi, hakim, dan parlemen selama bertahun-tahun telah mengeluarkan serangkaian dekrit birokrasi, interpretasi konstitusional, dan keputusan pengadilan yang menyarungkan Setad. "Tidak ada organisasi pengawas bisa mempertanyakan properti mereka," kata Naghi Mahmoudi, seorang pengacara Iran yang meninggalkan Iran pada 2010 kini menetap di Jerman.

Pada Juni lalu, Departemen Keuangan Amerika Serikat mengenakan sanksi terhadap Setad dan beberapa kepemilikan perusahaan, menyebut organisasi itu sebagai sebuah 'Jaringan besar perusahaan yang menyembunyikan aset atas nama... kepemimpinan Iran'.

Baik kantor kepresidenan dan kementerian luar negeri Iran tidak mau mengomentari terkait laporan penyelidikan ini. Sementara Kedutaan Besar Iran di Uni Emirat Arab menyebut temuan Reuters itu 'berserakan dan berbeda' dan menyebut laporan itu 'tidak mendasar dan tidak menjelaskan lebih lanjut'.

Direktur Umum Hubungan Masyarakat Setad, Hamid Vaezi, menyatakan melalui surat elektroniknya dalam menanggapi penjelasan seri laporan itu bahwa informasi yang disajikan jauh dari realitas dan tidak benar. Namun, dia tidak menjelaskan secara spesifik.

Total kekayaan Setad sulit diketahui karena kerahasiaan rekening mereka. Reuters memperkirakan total kekayaan itu sekitar Rp 1.098 triliun, terdiri dari sekitar Rp 602,9 triliun di sektor properti dan sekitar Rp 498,5 triliun di perusahaan holdings. Perkiraan itu berdasarkan sebuah analisa pernyataan dari pejabat Setad, data dari Bursa Saham Teheran, dan situs perusahaan itu serta informasi dari Departemen keuangan Amerika. Jumlah ini kira-kira 40 persen lebih besar dari total ekport minyak Iran pada tahun lalu yang berjumlah Rp 781,5 triliun, menurut laporan Dana Moneter Internasional (IMF).

Tidak terdapat bukti bahwa Khamenei memakai Setad untuk memperkaya dirinya sendiri. Tapi Setad telah memberdayakan dirinya. Melalui Setad, Khamenei memiliki sumber daya keuangan yang nilainya bersaing dengan kepemilikan Dinasti Shah, kerajaan yang didukung Barat, yang digulingkan pada 1979.

Sebagai pemimpin spiritual Iran, Khamenei memiliki keputusan akhir terkait keputusan pemerintah. Ruang lingkupnya termasuk para masalah program nuklir Iran, yang kini tengah berlangsungnya pembicaraan antara diplomat Iran dan dunia internasional di Jenewa, Swiss, yang berakhir pada Ahad kemarin tanpa perjanjian.

Baca juga:
Suburnya kekayaan Khamenei di tengah himpitan sanksi Iran
Musisi Iran bunuh tiga temannya karena dikeluarkan dari band
Ali Khamenei punya kerajaan bisnis senilai Rp 1.098 triliun
Iran: Ketegangan Sunni-Syiah ancaman terbesar keamanan dunia
Menteri Iran tewas ditembak di Teheran

Topik berita Terkait:
  1. Iran
  2. Ali Khamenei
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini